Penulis : Hasanuddin | Ketua Umum PB HMI Periode 2003-2005

Siarniyas.id Sedang berlangsung saat ini Kingres HMI yang ke-XXXI di Surabaya. Kongres itu di buka secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia secara virtual, karena alasan Covid-19, yang tentu jika Presiden hadir secara langsung akan menimbulkan “kerumunan” yang tidak perlu. Dengan alasan itu pula, sehingga pelaksanaan Kongres ke-XXXI HMI itu dilaksanakan secara “sederhana” tidak semeriah pelaksanaan Kongres yang terdahulu.

Kongres itu digelar dalam suasana keprihatinan Bangsa yang sedang terpuruk disana-sini. Terpuruk karena sejumlah Mega korupsi yang “mengerikan”. Mengerikan bukan hanya karena jumlah kerugian negara yang puluhan trilliun seperti yang terjadi dalam kasus Jiwasraya dan ASABRI, namun juga mengerikan karena Bantuan Sosial untuk kaum miskin pun dijarah, dirampok oleh Menteri Sosial yang semestinya lebih terdepan dalam mengatasi persoalan kaum miskin dan sejenisnya.

Keprihatinan kian mendalam tat kala gelombang badai korupsi itu menyerang, disaat para aparat penegak hukum sedang buta hukum, tuna akan rasa keadilan. Bukan saja karena memang sengaja dilemahkan oleh penguasa, namun juga lemah karena manusia-manusia yang diserahi amanah menjadi penegak keadilan nampaknya bermental karduz. Disaat seperti itu Artidjo Alkostar meninggal dunia. Habis-lah sudah sosok figur yang bisa diharapkan dalam penegakan hukum. Tidak tersisa figur sama sekali yang dapat jadi teladan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini