Beranda Eksekutif Dinkes Kota Tangerang Imbau Warga Waspada Penyakit Leptospirosis

Dinkes Kota Tangerang Imbau Warga Waspada Penyakit Leptospirosis

174
0
Dinkes kota Tangerang
Ilustrasi penyakit leptospirosis dari hewan tikus

siarnitas.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang mengimbau kepada masyarakat kota Tangerang untuk selalu berwaspada dengan ancaman penyakit leptospirosis pada musim hujan.

Penyakit leptospirosis itu bersumber dari air kencing tikus yang dapat ditularkan ke manusia melalui selaput lendir yang dapat berujung berakibat kematian

Baca Juga : Dinkes Tangsel Optimis Angka Stunting Turun Capai 7 Persen di Tahun 2023

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang, Dini Anggraeni mengatakan, penyakit leptospirosis merupakan penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh bakteri leptospira.

Penularan dari penyakit itu bisa terjadi kontak dengan lingkungan, air, tanah becek, atau lumpur, yang mengandung bakteri leptospira SP, dimana bakteri masuk melalui luka atau lecet pada tubuh.

“Kencing tikus bisa mengalir bersama air yang diinjak dan masuk ke dalam tubuh manusia melalui selaput lendir yang diinjak dan masuk ke dalam tubuh manusia melalui selaput lendir, mata, hidung, kulit yang lecet hingga makanan,” kata Dini, ditulis pada Rabu (15/3/2023).

“Dengan ini warga harus siaga untuk lingkungan yang bersih, karena tikus identik dengan lingkungan yang kotor,” sambung dia.

Dini menjelaskan untuk pencegahannya, ada beberapa cara yang perlu diperhatikan diantaranya simpan makanan dan minuman ditempat yang aman dari jangkauan tikus, cuci tangan dan kaki dengan sabun setelah terpapar air banjir, tanah becek, atau lumpur.

Lebih lanjut, menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan 3M Plus, memasang perangkap tikus dan tutup luka dengan perban anti air dan bersihkan luka secara rutin.

“Perubahan lingkungan seperti banyaknya genangan air, lingkungan menjadi becek, berlumpur, serta banyak timbunan sampah yang menyebabkan mudahnya bakteri leptospira berkembang biak. Namun demikian masyarakat tidak perlu khawatir karena bisa dihindari dengan perilaku hidup bersih dan sehat,” kata Dini.

Baca Juga : Hebat! Dinkes Tangsel Berhasil Turunkan Angka Stunting Capai Angka 9 persen

Gejala leptospirosis, lanjut Dini, yang perlu diperhatikan ialah demam 38,5 derajat, sakit kepala, nyeri otot, hingga kesulitan berjalan, kemerahan pada selaput putih mata, dan kekuningan pada mata dan kulit.

“Infeksi leptospirosis dapat diobati dengan antibiotik untuk membasmi bakteri dan mengembalikan fungsi tubuh yang terganggu akibat kondisi ini. Jika mengalami gejala leptospirosis dan memiliki riwayat terpapar air banjir, tanah becek, atau lumpur, dalam dua minggu sebelum sakit, maka segera ke puskesmas atau fasyanker terdekat,” pungkasnya.

Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini