Beranda Eksekutif Musim Penghujan, Dinkes Tangsel Gencarkan Berantas Penyakit DBD

Musim Penghujan, Dinkes Tangsel Gencarkan Berantas Penyakit DBD

199
0
DBD di Tangsel
Foto: Kepala Dinkes Tangsel, Alin Hendalin Mahdaniar

Tangerang Selatan, siarnitas.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus menggencarkan pemberantasan sarang nyamuk Aedes Aegypti atau penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) saat musim penghujan.

Kepala Dinkes Tangsel, Alin Hendalin Mahdaniar mengatakan, pihaknya saat ini mensosialisasikan pemberantasan sarang nyamuk dengan 3M plus (Menguras, Menutup, Mendaur Ulang).

Baca Juga : Dinkes Tangsel Laksanakan Workshop Diikuti Ribuan Kader Posyandu

“Kalau untuk DBD terus kita edukasi masyarakat mengajak untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk dengan 3M,” kata Alin kepada redaksi siarnitas.id di Puspiptek, ditulis pada Senin (4/12/2023).

Menurut Alin, penyakit DBD pada tahun 2023 menurun drastis sebanyak 414 kasus dibandingkan pada tahun 2022 sebanyak 756 kasus.

“Alhamdulillah data DBD kita tahun ini lebih menurun dibandingkan tahun kemarin,” ungkap Alin.

Dirinya menjelaskan apabila ada yang terkena penyakit DBD segera ke puskesmas terdekat atau melalui call center Puskesmas, supaya bisa ditindaklanjuti.

“Mekanismenya itu lapor ke Puskesmas atau bisa lewat hotline Puskesmas juga silahkan itu nanti kita tindak lanjuti,” jelasnya.

Selain itu, Dinkes Tangsel bakal melakukan Fogging Focus apabila ada yang terkena penyakit DBD, sehingga sarang nyamuk tidak berkembang biak dan mati.

“Kalau misalkan di satu wilayah itu ada kasus itu akan kami lakukan fooging fokus, jadi fooging ini dilakukan hanya untuk wilayah yang terkena kasus yang sudah pasti DBD,” ungkapnya.

Dirinya berharap masyarakat bisa melakukan 3M plus, sehingga tidak bergantung pada kader Jumantik, karena kader Jumantik selalu rutin dalam melakukan pemeriksaan.

Baca Juga : Dinkes Tangsel Sikapi Soal Kenaikan Kasus Cacar Monyet, Allin: Sampai Sekarang Ini Masih Dua Kasus

“Karena ini sudah musim penghujan diharapkan masyarakat bisa melakukan 3M plus, jadi jangan hanya bergantung pada kader Jumantik saja,” jelasnya.

“Karena kader Jumantik ini rutin melakukan pemeriksaan setiap Minggu bahkan ada silent survey yang kita lakukan secara diam-diam ke warga untuk melihat jentik tersebut,” pungkasnya.

Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini