Beranda Eksekutif Wow! Penyakit HIV AIDS di Kota Tangsel Didominasi Usia Produktif

Wow! Penyakit HIV AIDS di Kota Tangsel Didominasi Usia Produktif

94
0
HIV AIDS di Tangsel
Ilustrasi

Tangerang Selatan, siarnitas.id – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Allin Hendalin Mahdaniar menyebut kasus HIV AIDS di Kota Tangsel mendominasi pada usia produktif.

“Kasus HIV AIDS terbanyak berada pada usia produktif yaitu 25-49 tahun,” kata Allin dalam sambutannya di kegiatan Rapat Koordinasi Lintas Sektor Program HIV AIDS di Telaga Seafood, BSD Tangsel, ditulis Selasa (1/8/2023).

Baca Juga : Dinkes Tangsel Catat Ada 177 Kasus HIV AIDS

Hal itu berdasarkan data angka temuan kasus tahun 2023 sampai dengan bulan Juni berjumlah 144 kasus HIV dan 33 kasus AIDS yang tersebar diseluruh layanan HIV AIDS di Kota Tangerang Selatan.

Menurut Allin, angka tersebut meningkat dibandingkan dua tahun terakhir, peningkatan temuan kasus ini disebabkan karena mobilitas masyarakat yang meningkat setelah adanya perubahan kebijakan PPKM yang disebabkan menurunnya kasus Covid-19.

“Kasus HIV AIDS didominasi oleh laki-laki dengan persentase 81 persen dan perempuan 19 persen,” kata Allin.

Maka dari itu, Dinkes Tangsel mempunyai beberapa strategi yang dilakukan salah satunya adalah strategi 95-95-95 (tripel ninety-five).

“95 persen orang beresiko HIV AIDS mengetahui status HIV nya, upaya ini bisa dicapai salah satunya dengan memperluas layanan tes HIV yang sudah bisa dilakukan disemua layanan di Kota Tangerang Selatan,” jelas Allin.

Lalu, 95 persen orang yang mengetahui status HIV AIDS upaya ini salah satunya bisa dilakukan dengan memperbanyak layanan Perawatan Dukungan Pengobatan (PDP) saat ini sudah ada 26 layanan di Kota Tangerang Selatan, terdiri dari 3 RS Pemerintah, 5 RS Swasta, 18 UPTD Puskesmas, dan diakhir tahun nanti akan kami lakukan pelatihan untuk semua layanan UPTD Puskesmas di Tangerang Selatan.

“95 persen orang HIV yang ditemukan tadi diobati tersupresi virusnya, saat ini sudah tersedia layanan pemeriksaan Viralload dengan Tes Cepat Molekuler (TCM) yakni: RSU Tangerang Selatan, Puskesmas Kp Sawah, Puskesmas Pondok Aren, Puskesmas Rawa Buntu, Puskesmas Pamulang dan akan ditambah lagi 2 Puskesmas yakni Puskesmas Pondok Jagung, dan Puskesmas Ciputat Timur, pada tahun 2024 akan dikembangkan lagi 4 layanan TCM di Kota Tangerang Selatan,” ungkap Allin.

Adapun, dengan strategi tersebut diharapakan Kota Tangerang Selatan dapat mencapai Ending AIDS pada tahun 2030 atau yang dikenal dengan three Zerro.

1. Zero Infeksi Baru HIV
2. Zero Kematian akibat AIDS
3. Zero Stigma dan Diskriminasi

Allin menuturkan, target diatas tentunya tidak bisa hanya target tersebut dilakukan oleh sektor Kesehatan tetapi juga sektor lainnya, karena tidak sedikit ditemukan memiliki masalah ekonomi, sosial, Pendidikan, dan lainnya.

Baca Juga : Dinkes Tangsel Catat 12 Laki-laki dan 24 Perempuan Korban Kecelakaan Bus di Guci Tegal

“Sehingga perlu koordinasi dengan lintas sektor terkait sebagaimana diamahkan dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2019 tentang Penanggulangan HIV AIDS, diharapkan dalam pertemuan ada beberapa yang bisa sepakati dalam penanggulangan HIV AIDS di Kota Tangerang Selatan,” tandasnya.

Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini