siarnitas.id – Wakil Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Pilar Saga Ichsan turun langsung meninjau proyek pembangunan di Jalan Raya Ciater, Kelurahan Serua, Selasa (5/5/2026), setelah material lumpur dari area proyek menutup akses jalan utama dan memicu kemacetan panjang.
Peristiwa tersebut terjadi usai hujan deras mengguyur kawasan itu pada Senin (4/5/2026) sore. Lumpur dari lokasi pembangunan meluber ke badan jalan dan menghambat arus lalu lintas hingga berjam-jam, sehingga dikeluhkan warga.
Pilar mengatakan, peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus mengevaluasi aspek teknis dan tanggung jawab pihak pengembang.
“Di wilayah Kelurahan Serua, dekat Bundaran Maruga, semalam terjadi limpasan tanah dari kawasan pembangunan yang menutupi Jalan Raya Ciater, akses utama masyarakat,” katanya, ditulis pada Rabu (6/5/2026).
Ia menegaskan, pihaknya ingin mengetahui langsung penyebab kejadian tersebut, termasuk memastikan proses administrasi proyek berjalan sesuai ketentuan.
“Saya meninjau langsung untuk melihat permasalahan teknis. Saya juga menanyakan kepada pemilik lahan dan kontraktor apa yang terjadi. Proses awal cut and fill sudah dilakukan, dan tahapan berikutnya seperti PBG dan Amdalalin masih berproses. Saya minta semuanya dipenuhi,” tegas Pilar.
Menurutnya, kelengkapan perizinan menjadi hal penting, terlebih lokasi proyek berada di kawasan strategis yang dilalui masyarakat setiap hari.
“Yang jauh saja harus tertib administrasi, apalagi ini dekat pusat pemerintahan. Ini area vital,” katanya.
Selain itu, Pilar menyoroti belum optimalnya sistem drainase di area proyek yang dinilai menjadi penyebab utama lumpur meluber ke jalan.
“Di sini harus dibuat saluran drainase lingkungan proyek. Ini seharusnya sudah dilakukan sejak awal,” ujarnya.
Dampak dari kejadian tersebut dirasakan langsung oleh masyarakat. Kemacetan panjang tidak hanya menghambat aktivitas, tetapi juga menimbulkan kerugian.
“Semalam warga sampai 2 sampai 3 jam terjebak macet. Ada yang mau berangkat kerja, ada ibu hamil. Ini sangat merugikan masyarakat,” ungkapnya.
Pilar meminta pihak kontraktor segera melakukan perbaikan, terutama pembangunan saluran drainase yang terhubung hingga ke sungai agar aliran air dan material tanah dapat terkendali.
“Saya minta segera dilakukan penggalian drainase sampai ke sungai. Jangan sampai tanah masuk dan menyebabkan pendangkalan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar seluruh aset pemerintah yang terdampak proyek, seperti trotoar dan akses jalan, dikembalikan kondisinya seperti semula.
Selain itu, penguatan struktur di sekitar permukiman warga juga menjadi perhatian untuk mencegah risiko kerusakan lebih lanjut.
“Jangan sampai ada ambrol. Itu harus kita jaga bersama. Dari perusahaan sudah ada rencana membangun dinding penahan tanah,” tambahnya.
Pilar menegaskan, kejadian ini tidak boleh terulang dan harus menjadi evaluasi bersama, baik dari sisi teknis maupun administrasi proyek, agar tidak kembali mengganggu aktivitas masyarakat di kawasan tersebut.
Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News

