Beranda Eksekutif Hotel Nite and Day Alam Sutera Tabrak Aturan, Satpol PP Tangsel Bakal...

Hotel Nite and Day Alam Sutera Tabrak Aturan, Satpol PP Tangsel Bakal Tindak Lanjuti

168
0
Hotel nite and day alam sutera
Foto: Hotel Nite and Day Alam Sutera, Serpong Tangsel.

siarnitas.id – Kepala Bidang Penegakan Hukum dan Perundangan-undangan Satpol PP Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Mukhsin Al Fahri menanggapi Hotel Nite and Day Alam Sutera, Serpong yang menyalahi aturan perijinan.

Dirinya mengatakan, pihaknya belum mendapat laporan adanya alih fungsi Hotel Nite and Day yang menyalahi aturan. Sehingga pihaknya belum bisa menyegel hotel tersebut.

“Sampai saat ini Satpol PP, belum mendapatkan laporan bahwa Hotel Nite and Day itu alih fungsi kos-kosan menjadi hotel,” katanya kepada redaksi siarnitas.id di kantornya pada Kamis (20/6/2024).

Dari informasi hotel menyalahi aturan, pihaknya bakal menindak lanjuti hotel tersebut dan meminta keterangan terkait perijinannya.

“Tentunya informasi ini akan kita tindak lanjuti, kita akan coba meminta keterangan ke hotel nite and day maka ada alih fungsi atau tidak,” jelasnya.

Menurutnya, dari adanya laporan bahwa hotel menyalahi aturan terkait perijinannya, pihaknya bakal melakukan koordinasi dengan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) untuk memastikan perijinan hotel Nite and Day Alam Sutera.

“Nanti langkah tindak lanjut nya ya kita koordinasi dengan DCKTR, kita nggak bisa menyatakan itu alih fungsi karena kita belum lihat, belum ada yang laporan,” tandasnya.

Sebelum diberitakan, Hotel Nite and Day Alam Sutera, Serpong mendapat sorotan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel).

Sorotan itu lantaran hotel tersebut tidak mempunyai sistem proteksi yang memadai dan tidak mempunyai Surat Layak Fungsi (SLF).

Baca Juga : Hotel Nite and Day Alam Sutera “Tabrak” Aturan, Damkar Tangsel: IMB nya Kos-kosan

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Tangsel, Ahmad Dohiri mengatakan, hotel nite and day tidak kooperatif dan hotel itu tidak layak fungsi.

“Hotel nite and day itu gedung yang tidak kooperatif dengan kita dan gedung hotel yang tidak layak fungsi, karena sistem proteksi nya tidak ada,” katanya kepada redaksi siarnitas.id, ditulis pada Rabu (19/6/2024).

Menurutnya, gedung tinggi yang mencapai 4 lantai keatas harus mempunyai sistem proteksi yang memadai, sehingga gedung tersebut mencegah adanya kebakaran.

“Gedung 4 lantai keatas itu minimal harus ada 4 sistem proteksi yaitu hydrant, sprinkle, alarm dan apar di setiap ruangan,” jelasnya.

Dirinya menjelaskan, bahwa gedung diatas 4 lantai aturannya Peraturan Menteri (Permen) PU nomor 20.

“Kita masih merujuk Permen PU. Kalau Perda kita dispesifik lantai tapi diwajibkan, setiap gedung kecuali rumah tinggal harus memiliki sistem proteksi,” jelasnya.

Selain itu, dalam perijinan gedung, Dohiri mengungkapkan bahwa hotel nite and day masih menggunakan Ijin Menggunakan Bangunan (IMB) kos-kosan, bukan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

“Hotel nite and day masih menggunakan ijin IMB, IMB nya kos-kosan, dia sudah datang ke Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR), mau konsultasi, sudah disarankan untuk urus penyesuaiannya ke PBG sama urus SLF (Surat Layak Fungsi) agar gedung dinyatakan layak fungsi,” ungkapnya.

Pasalnya, pada saat Damkar Tangsel melakukan inspeksi, akan tetapi tidak ditemukan nya adanya Surat Layak Fungsi, sehingga hotel tersebut telah menabrak aturan.

“Setelah kita inspeksi tidak ditemukan adanya SLF, ini berarti menyalahi aturan, silahkan ke Satpol PP untuk di tindak, minimal disegel,” jelasnya.

“Hasil rapat koordinasi nya dengan beberapa OPD itu akan direview perijinannya,” tambahnya.

Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini