Siarnitas.id – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus memperkuat layanan bus sekolah gratis setelah jumlah penumpang mengalami lonjakan signifikan sepanjang 2025.
Tingginya antusiasme pelajar membuat Pemkot Tangsel mulai menyiapkan penambahan armada baru agar semakin banyak siswa bisa menikmati fasilitas transportasi gratis tersebut.
Wakil Walikota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, mengatakan saat ini pihaknya tengah menjalin komunikasi intensif dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terkait peluang hibah armada bus untuk mendukung operasional layanan bus sekolah gratis di Tangsel.
“Kami saat ini sedang melakukan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan ya, ada hibah bus,” kata Pilar kepada redaksi siarnitas.id di Pemkot Tangsel pada Kamis (21/5/2026).
Menurut Pilar, armada hibah yang nantinya diterima tidak akan langsung dioperasikan begitu saja.
Pemerintah akan melakukan perbaikan hingga pembaruan tampilan agar bus tetap nyaman dan aman digunakan pelajar.
“Nanti kita rebranding, kita bagusin lagi busnya, kita servis lagi bus-bus yang masih layak dari Kementerian Perhubungan buat nanti kita jadikan bus sekolah baru,” ujarnya.
Langkah penambahan armada dinilai mendesak menyusul melonjaknya jumlah pengguna bus sekolah gratis di Tangsel.
Berdasarkan data terbaru, jumlah penumpang angkutan sekolah gratis pada 2025 mencapai 98 ribu lebih penumpang.
Angka itu meningkat drastis hingga 131 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebanyak 42.466 penumpang.
Kenaikan tajam tersebut menunjukkan bahwa layanan bus sekolah gratis kini semakin dibutuhkan masyarakat, terutama di tengah tingginya biaya transportasi harian pelajar.
Jika mengacu pada kalender pendidikan dengan rata-rata 204 hari efektif sekolah dalam setahun, maka jumlah pengguna bus sekolah gratis di Tangsel mencapai sekitar 480 penumpang per hari sekolah.
Dari total tersebut, sebanyak 73.709 penumpang merupakan siswa reguler yang dilayani oleh tujuh unit bus sekolah.
Dengan armada yang masih terbatas, rata-rata layanan mencapai 361 penumpang per hari sekolah atau sekitar 52 penumpang per bus setiap harinya.
Sementara itu, sebanyak 24.357 penumpang lainnya merupakan siswa berkebutuhan khusus yang juga mendapatkan fasilitas transportasi gratis dari Pemkot Tangsel.
Program bus sekolah gratis sendiri mendapat respons positif dari masyarakat karena dinilai mampu membantu mengurangi pengeluaran keluarga.
Banyak siswa kini mengandalkan layanan tersebut untuk pergi dan pulang sekolah setiap hari tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan.
Pilar menegaskan, penambahan armada menjadi bagian dari komitmen Pemkot Tangsel dalam memperluas akses pendidikan yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi seluruh pelajar.
“Ke depan itu tahun-tahun ke depan kita akan tambah terus busnya supaya semakin banyak anak-anak yang bisa difasilitasi,” jelasnya.
Meski di tengah kenaikan harga BBM, Pemkot Tangsel memastikan operasional bus sekolah gratis tetap berjalan normal hingga akhir tahun.
Pemerintah bahkan melakukan pergeseran anggaran agar layanan transportasi pelajar tidak terganggu.
Pilar juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Perhubungan yang terus membuka komunikasi terkait rencana hibah armada bus tersebut.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Kemenhub. Saat ini komunikasi terus sedang kita jalani, sedang kita jajaki,” pungkasnya.
Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News

