siarnitas.id – Dampak tragis kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur terus meluas. PT Kereta Api Indonesia (KAI) secara resmi membatalkan 27 perjalanan kereta jarak jauh, memicu kekacauan perjalanan ribuan penumpang sejak Senin malam hingga Selasa pagi (28/4/2026).
Keputusan ini diambil demi mempercepat proses evakuasi dan perbaikan sarana serta prasarana yang terdampak parah akibat insiden maut tersebut.
“Kalau penumpang jarak jauh sejak tadi malam hingga pagi ini ada 27 perjalanan kereta yang kami batalkan, supaya kami fokus di dalam penyelesaian prasarana dan sarana yang ada di sini,” kata Vice President PT KAI Anne Purba, pada Selasa (28/4/2026).
Tak hanya kereta jarak jauh, layanan KRL lintas Cikarang juga lumpuh total. Imbas pemadaman listrik untuk penanganan lokasi, perjalanan KRL kini hanya beroperasi sampai Stasiun Bekasi. Artinya, rute menuju Cikarang dan sebaliknya untuk sementara waktu dihentikan.
“Jadi kepada penumpang, kami tadi sudah koordinasi dengan TransJakarta untuk menyiapkan bus di stasiun-stasiun ini dan juga bisa diarahkan ke Stasiun Bekasi, karena KRL hari ini pada waktu yang belum ditentukan itu pelayanannya hanya sampai Stasiun Bekasi,” ungkap Anne.
Rekayasa Operasi KRL: Banyak Perjalanan Dipangkas
Sejumlah perjalanan KRL mengalami perubahan drastis, di antaranya:
KA 6066B hanya sampai Bekasi, lalu kembali ke Kampung Bandan
KA 5574 dan KA 5170B hanya sampai Cakung
KA 5174B dan KA 5176B dipangkas hingga Manggarai
KA 5166B berhenti di Bekasi sebelum kembali ke Angke
KA 5182B hanya sampai Jatinegara
Situasi ini membuat penumpang harus beradaptasi dengan pola perjalanan baru yang mendadak berubah.
Evakuasi Masih Berlangsung, Keberangkatan Dialihkan
Proses evakuasi korban dan penanganan lokasi kecelakaan masih terus berlangsung. KAI Commuter memastikan bahwa perjalanan Commuter Line dari arah Cikarang untuk sementara tidak bisa diberangkatkan dari stasiun asal.
Sebagai solusi darurat, titik keberangkatan dialihkan ke Stasiun Bekasi, baik untuk rute via Manggarai maupun Pasar Senen.
Untuk mengurai kepadatan penumpang, disiapkan shuttle bus TransJakarta yang menghubungkan Terminal Bulak Kapal dengan Stasiun Bekasi. Armada darurat yang dikerahkan meliputi TJ 785, TJ 854, TJ 531, dan TJ 782.
Kronologi Mengerikan: 81 Luka, 7 Tewas
Insiden tragis ini terjadi pada Senin malam, 27 April 2026, pukul 20.52 WIB di KM 28+920 Stasiun Bekasi Timur. Kereta rel listrik (KRL) PLB 5568A ditabrak oleh kereta jarak jauh Argo Bromo relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi.
Akibat tabrakan hebat tersebut, 81 penumpang mengalami luka-luka dan 7 orang meninggal dunia. Para korban luka kini dirawat intensif di sembilan rumah sakit di sekitar Bekasi Timur.
Peristiwa ini menjadi salah satu kecelakaan kereta paling mengerikan tahun ini, sekaligus memicu perhatian luas publik terhadap keselamatan transportasi rel di Indonesia.
Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News

