Siarnitas.id – Varian baru Covid-19 dengan kode BA.3.2 atau dikenal sebagai “Cicada” mulai menjadi perhatian dunia.
Meski penyebarannya dilaporkan meningkat di sejumlah negara, pemerintah memastikan varian Covid Cicada ini belum terdeteksi di Indonesia.
“Sampai saat ini akhir Maret 2026, belum ditemukan varian tersebut di Indonesia,” ujar Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman, Kamis (2/4/2026).
Meski belum masuk ke dalam negeri, kewaspadaan tetap diperlukan. Pasalnya, karakteristik varian “Cicada” disebut memiliki kemiripan dengan varian Omicron, terutama dari sisi gejala yang muncul pada penderitanya.
Secara umum, gejala varian Covid Cicada ini kerap menyerupai flu biasa, seperti sakit tenggorokan, demam disertai menggigil, batuk, kelelahan, nyeri tubuh, serta hidung tersumbat.
Dalam beberapa kasus, penderita juga mengalami sakit kepala, mual ringan, hingga sesak napas.
Kondisi ini membuat banyak orang kerap tidak menyadari perbedaan antara Covid-19 dan flu. Padahal, ada beberapa ciri khas yang bisa menjadi pembeda, seperti hilangnya kemampuan penciuman atau perasa, serta gangguan pernapasan yang lebih serius.
Selain itu, masa inkubasi Covid-19 juga cenderung lebih panjang dibandingkan flu. Gejala Covid Cicada yang bisa muncul dalam rentang 2 hingga 5 hari setelah terpapar, bahkan hingga 14 hari.
Sementara flu umumnya menunjukkan gejala dalam waktu 1 hingga 4 hari.
Di berbagai negara, varian “Cicada” dilaporkan mengalami peningkatan kasus dan menyumbang porsi signifikan terhadap infeksi Covid-19.
Sejumlah ahli menilai mutasi pada varian ini memungkinkan virus lebih mudah menghindari perlindungan dari vaksin maupun imunitas alami, sehingga berpotensi meningkatkan penularan.
Meski demikian, hingga saat ini belum ditemukan bukti kuat bahwa varian “Cicada” menyebabkan gejala yang lebih parah dibandingkan varian sebelumnya.
Pemerintah pun mengingatkan masyarakat untuk tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Langkah sederhana seperti mencuci tangan secara rutin, menjaga asupan gizi, istirahat cukup, serta menggunakan masker saat sakit atau berada di keramaian dinilai penting untuk mengurangi risiko penularan.
Dengan mengenali ciri dan gejala sejak dini, masyarakat diharapkan bisa lebih sigap dalam mengambil langkah pencegahan serta tidak keliru menganggap infeksi Covid-19 sebagai flu biasa.
Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News


