Depok, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Depok sedang menghangat dan menjadi sorotan dari masing-masing tim sukses pasangan calon. Pasalnya, beberapa laporan pelanggaran yang telah dilaporkan namun dinilai hingga saat ini jalan ditempat.

Salah satu tokoh masyarakat Cipayung, Hidayat mengatakan bahwa jika ada penyelenggara yang bungkam atas aduan masyarakat terkait pelanggaran pada pilkada berarti panitia sudah kenyang.

“Permainan politik sudah sangat terang benderang, terlebih pada Pilkada Kota Depok yang saat ini memanas seharusnya, selaku penyelenggara pilkada harus mau melayani masyarakat, jika ada laporan dari masyarakat harus segera proses, kalo laporan jalan di tempat berarti “sudah kenyang,” bagaimana mau jalan ya kan?,” ujar Hidayat saat dimintai tanggapan oleh awak media, jumat (20/11).

Sebelumnya dikutip dari jurnaldepok.id, Sekretaris Komisi C DPRD Kota Depok, Mazhab HM, sangat menyangkan atas kinerja Bawaslu Kota Depok yang tidak ada sikap apapun terkait laporan pelanggaran yang dilayangkan oleh masing-masing tim paslon.

“Bawaslu jangan mandul, mereka bekerja menggunakan dan dibiayai oleh APBD. Kami di DPRD sedang mengawasi kinerja Bawaslu terkait dengan ketegasan pelanggaran-pelanggaran dari pihak mana pun. Kami ingin Bawaslu bekerja sesuai dengan tupoksinya dan ada ketegasan agar pelanggaran-pelanggaran itu tidak mudah terjadi,” ujar Mazhab.

Mazhab, sebagai Ketua Desk Pilkada DPC PPP Kota Depok menilai, yang terjadi saat ini terkait laporan-laporan yang dilayangkan semacam ada pembiaran, sehingga pelaku dapat mudah melanggar peraturan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini