Nasib! Sertifikat Tanah Latifah Semakin Molor, Ini Alasan BPN Kabupaten Bogor

Sabar dan menunggu mungkin kata itu yang harus ditelan oleh Latifah Assegaf yang hingga saat ini proses pembuatan sertifikat lahannya tak kunjung selesai. Padahal, ia sudah mengajukan permohonan sertifikat ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bogor sejak tahun 2012 dengan nomor berkas No. 98745/ 2012.

Staf pendaftaran Pertanahan BPN Kabupaten Bogor, Wahyu Resdian menjelaskan, persoalan sertifikasi lahan milik Latifah yang hingga saat ini belum selesai, pihaknya akan melakukan mediasi.

Namun, lantaran pimpinannya Kepala BPN Kabupaten Bogor, Septi Achanto sedang sakit sehingga mediasi pun menjadi tertunda.

“Pak Kakan (Kepala Kantor BPN Kabupaten Bogor) sedang sakit, belum ada penjelasan tapi sedang dikarantina. Karena mediasi ulang ini akan dipimpin langsung oleh pak Kakan, jadi harus menunggu sampai sembuh,” jelas Wahyu saat ditemui di Kantor BPN Kabupaten Bogor, Rabu (18/11).

Saat disinggung perihal BPN Kabupaten Bogor telah diadukan ke Ombudsman oleh Kuasa Hukum Latifah, malah dirinya tak mengetahui.

“Saya gak tahu kalau dia ngadu ke Ombudsman, kalau tindak lanjutnya saya gak tahu,” imbuhnya.

Sementara itu, kuasa hukum Latifah, Ibrahim Rizky M mengatakan, penundaan mediasi sudah terlalu lama dan kasus ini sudah bertahun-tahun belum terselesaikan.

“Apa lagi sekarang, kemarin pak Wahyu yang sakit, sekarang mediasi harus dipimpin pak Kakan. Kalau memang urgent (penting), seharusnya perkara ini bisa diwakilkan, karena dasar bahwa pak Kakan mau mimpin karena udah terlalu lama, tapi dia sakit, ya seharusnya bisa untuk di gantikan,” ungkap Ibrahim saat dihubungi melalui seluler, Sabtu (21/11).

Ia juga mengatakan, pengaduannya ke Ombudsman saat ini sudah diproses dan menunggu tindak lanjut dari Ombudsman.

“Sudah diproses, tinggal menunggu tindak lanjutnya,” tandasnya. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here