siarnitas.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten memperketat distribusi hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 2026.
Kebijakan ini diterapkan untuk memastikan seluruh hewan kurban yang beredar dalam kondisi sehat, layak, dan aman dikonsumsi masyarakat.
Kepala Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten, M Nasir, menyatakan pihaknya telah menyiapkan langkah strategis guna menghadapi lonjakan kebutuhan hewan kurban tahun ini.
Tim kesehatan hewan bersama Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) akan diterjunkan langsung ke lapangan untuk melakukan pengawasan menyeluruh.
“Tim kesehatan hewan dan Kesmavet akan menjamin hewan kurban di Banten aman,” ujar Nasir, dikutip Rabu (29/4/2026).
Pengawasan difokuskan pada pemeriksaan kondisi fisik ternak serta kelengkapan dokumen yang menyertainya.
Nasir menegaskan, setiap hewan kurban yang masuk ke wilayah Banten wajib memiliki sertifikasi veteriner resmi dari dokter hewan di daerah asal.
“Hewan yang masuk harus memiliki sertifikasi veteriner dari dokter hewan setempat,” tegasnya.
Ia memastikan, aturan tersebut diberlakukan tanpa pengecualian. Seluruh pelaku usaha dan pengelola lapak penjualan hewan kurban diwajibkan memenuhi persyaratan administrasi secara lengkap.
“Surat keterangan dokter wajib ada. Kalau tidak, kami tolak,” katanya.
Pemprov Banten juga menjadwalkan monitoring intensif ke lapak-lapak penjualan hewan kurban di seluruh kabupaten/kota hingga 25 Mei 2026.
Pemeriksaan langsung dilakukan guna mencegah penyebaran penyakit pada ternak, termasuk Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Meski tidak mendirikan pos pemeriksaan khusus, pengawasan distribusi tetap diperketat melalui koordinasi dengan dokter hewan di daerah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan jalur distribusi hewan kurban tetap terpantau dengan baik.
“Kami tetap waspada terhadap berbagai penyakit, termasuk PMK. Sejauh ini aman, tetapi pengawasan terus kami perketat,” ujarnya.
Kebutuhan hewan kurban di Banten setiap tahunnya mencapai puluhan ribu ekor. Namun, pasokan masih banyak bergantung dari luar daerah seperti Garut dan sejumlah wilayah di Jawa Barat.
Tingginya permintaan serta keterbatasan populasi ternak lokal menjadi faktor utama kondisi tersebut, ditambah kedekatan Banten dengan Jakarta sebagai wilayah dengan konsumsi tinggi.
Selain memperketat pengawasan, pemerintah daerah juga terus mendorong peningkatan populasi ternak lokal melalui berbagai program, termasuk bantuan domba dan kambing kepada masyarakat.
“Kami dorong peternak lokal agar ke depan mampu memenuhi kebutuhan hewan kurban secara mandiri,” tandasnya.
Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News

