siarnitas.id – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus memperkuat langkah percepatan eliminasi Tuberkulosis (TBC) melalui berbagai strategi yang melibatkan fasilitas kesehatan, kader, hingga masyarakat.

Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan penemuan kasus, mempercepat pengobatan, sekaligus memperluas pencegahan penularan di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Berdasarkan data Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) per 1 Juli 2026, capaian penemuan kasus TBC di Kota Tangerang Selatan telah mencapai 46 persen dari target 95 persen. Sementara itu, capaian pasien TBC sensitif obat (SO) yang memulai pengobatan telah berada di angka 94 persen dari target 95 persen.

Di sisi pencegahan, pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) kepada kontak serumah telah mencapai 56 persen, dengan target sebesar 72 persen. Hingga pertengahan 2026, jumlah kasus TBC yang berhasil ditemukan di Tangerang Selatan tercatat sebanyak 2.782 kasus, dari target tahunan sebanyak 5.994 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan, Allin Hendalin Mahdaniar menegaskan, bahwa percepatan eliminasi TBC menjadi salah satu prioritas pembangunan kesehatan di Kota Tangerang Selatan. Karena itu, berbagai inovasi terus dijalankan agar semakin banyak penderita dapat ditemukan lebih cepat dan segera mendapatkan pengobatan.

BACA JUGA :  SDN Jombang 03 Tangsel Punya Wajah Baru, Gedung 3 Lantai dengan 22 Ruang Kelas Resmi Berdiri

“Eliminasi TBC tidak bisa hanya mengandalkan sektor kesehatan. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen, mulai dari fasilitas pelayanan kesehatan, kader, pemerintah wilayah hingga masyarakat agar penemuan kasus semakin optimal dan penularan dapat ditekan. Semakin cepat kasus ditemukan, semakin besar peluang pasien sembuh dan rantai penularan dapat diputus,” kata Allin dalam keterangannya pada Selasa (7/7/2026).

Untuk mengejar target tersebut, Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan menjalankan sejumlah strategi utama. Salah satunya melalui kegiatan Active Case Finding (ACF) TBC yang diintegrasikan dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sehingga masyarakat berisiko dapat dijangkau lebih luas.

Selain itu, investigasi kontak juga diperkuat melalui program Pekan Investigasi Kontak Tangerang Selatan (PInTaS) yang dilaksanakan dua kali dalam setahun. Kegiatan ini melengkapi investigasi kontak rutin yang selama ini dilakukan oleh seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.

BACA JUGA :  FKPKBM Tangsel Gelar Kegiatan Cipta Karya dan Kreasi

Upaya lainnya adalah pembentukan sekaligus deklarasi RW Bebas TBC di berbagai wilayah. Program tersebut diharapkan mampu memperkuat kolaborasi lintas sektor dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pencegahan serta penanganan TBC di lingkungan tempat tinggal.

Dinas Kesehatan juga terus meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dan kualitas pelayanan di seluruh fasilitas kesehatan agar proses skrining, diagnosis, pengobatan, hingga pemantauan pasien dapat berjalan semakin optimal.

Menurut Allin, keberhasilan eliminasi TBC sangat bergantung pada keterlibatan seluruh pihak. Sebab, TBC bukan hanya persoalan layanan kesehatan, tetapi juga berkaitan erat dengan kondisi lingkungan, pola hidup bersih dan sehat (PHBS), status gizi, pendidikan, pekerjaan hingga dukungan sosial bagi pasien.

BACA JUGA :  Pasca Lebaran 2026, Pemkot Tangsel Antisipasi Lonjakan Pendatang Baru

“Kolaborasi menjadi kunci. Dengan keterlibatan masyarakat, kader kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, serta dukungan lintas sektor, kami optimistis target eliminasi TBC dapat terus dikejar sehingga masyarakat Tangerang Selatan semakin sehat dan terlindungi dari penularan penyakit ini,” imbuh Allin.

Melalui berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kota Tangerang Selatan optimistis capaian penemuan kasus, pengobatan, dan pencegahan TBC akan terus meningkat. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen daerah dalam mendukung target nasional menuju Indonesia Bebas Tuberkulosis 2030.

Dengan penguatan strategi Active Case Finding (ACF), investigasi kontak, pembentukan RW Bebas TBC, serta kolaborasi lintas sektor yang terus diperluas, Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan yakin target eliminasi TBC pada 2030 dapat diwujudkan sehingga masyarakat Tangsel hidup lebih sehat, produktif, dan terbebas dari ancaman penularan tuberkulosis.

Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News