Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Dinas Sosial terus melakukan penyesuaian data penerima bantuan sosial (bansos). Hal ini dilakukan agar warga yang membutuhkan dapat menerima bantuan dari pemerintah.

Sesuai Surat Edaran Walikota Tangsel nomor 460/1390/Dinsos/V/2020 tentang Pelaksanaan Jaring Pengaman Sosial Dalam Penanganan Pandemi Covid-19 di Tangsel, Dinsos bakal terus mensinkronisasikan data penerima bansos sesuai kriteria dan keadaan faktual di lapangan secara berkesinambungan.

“Untuk pemahaman bersama
Camat, Lurah, Ketua RW/RT bahwa dinamika keadaan atau fakta lapangan dengan data yang ada semua fleksibel sangat terbuka disesuaikan perbaikan, penambahan, penghapusan, apabila ditemukan data penerima ganda atau duplikasi dalam 1 keluarga dan lain-lain,” kata Kepala Dinsos Tangsel, Wahyunoto Lukman saat dihubungi via telepon, Minggu (10/5).

“Dinsos siap akomodir dinamika yang ada untuk perbaikan, dan prinsip semua yang pantas layak perlu bantuan, kita kawal untuk dapat bansos, serta yang tidak layak, ganda atau duplikasi agar dicancel/batalkan,” lanjutnya.

Ia juga menyebutkan, sesuai surat edaran tersebut, warga yang berhak mendapat bansos adalah keluarga rentan yang tidak memiliki mata pencaharian tetap, tidak punya penghasilan/gaji pokok tetap, dan kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.

“Total data penerima bansos DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial 36.162 KK dan Non DTKS 62.433 KK. Yang belum terdaftar belum menerima akan didata diusulkan secara berjenjang oleh Ketua RT, RW, Lurah, Camat,” jalasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini