siarnitas.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) terus mengintensifkan evaluasi kebijakan Work From Home (WFH) yang diberlakukan setiap hari Jumat.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan disiplin aparatur sipil negara (ASN) tetap terjaga sekaligus menjaga efektivitas kinerja.

Walikota Tangsel, Benyamin Davnie, menegaskan bahwa pemantauan terhadap pelaksanaan WFH dilakukan secara konsisten sejak kebijakan ini diterapkan. Hasil evaluasi awal menunjukkan tingkat kepatuhan ASN tergolong tinggi dan sesuai harapan.

“Sudah terus, evaluasi terus kita lakukan. Evaluasi pertama kemarin, kemarin betul-betul sudah Work From Home. Alhamdulillah, saya tidak mendapatkan laporan 40% ASN Tangerang Selatan yang bekerja di rumah, itu kemudian keluar rumah. Tidak ada,” ujar Benyamin, dikutip Kamis (23/4/2026).

BACA JUGA :  Dikbud Tangsel Punya Program Bertajuk "Jaksa Masuk Sekolah"

Pengawasan dilakukan melalui sistem absensi digital serta laporan aktivitas harian yang wajib diisi ASN. Dari data yang dihimpun, mayoritas pegawai menjalankan tugas dari rumah sesuai aturan yang berlaku.

“Waktu absensi, itu mereka berada di rumah. Pelaporan kegiatan, karena mereka harus melaporkan aktivitas mereka di rumah, apa yang mereka kerjakan. Ini juga angkanya cukup bagus lah ya, saya informasinya 70-80% ya,” jelasnya.

Meski begitu, Benyamin mengakui bahwa tidak semua jenis pekerjaan dapat terukur optimal selama WFH, terutama pekerjaan administratif dan staf pendukung yang cenderung sulit diukur secara kuantitatif.

“Ada yang sifatnya staff, lalu administrasi. Mungkin aktivitas kegiatannya administrasinya kurang. Tapi angka ini cukup bagus sekali,” katanya.

BACA JUGA :  DPRD Panggil BPN Tangsel Soal Sertifikat PTSL Yang Dikeluhkan Warga

Tak hanya fokus pada disiplin dan produktivitas, Pemkot Tangsel juga mulai menyoroti potensi efisiensi anggaran dari kebijakan ini. Namun, dampak penghematan seperti penurunan penggunaan listrik dan air masih menunggu data akumulasi bulanan.

“Nah, yang belum terukur itu adalah seberapa jauh listrik, air di kantornya itu menurun. Karena ini nanti kan bulanan kan, nanti ketahuannya pada bulan yang akan datang,” ungkapnya.

Benyamin berharap kebijakan WFH tidak hanya memberikan fleksibilitas kerja, tetapi juga mampu menekan biaya operasional pemerintah secara signifikan.

“Saya harapkan ada penurunan tagihan listriknya, tagihan airnya, kemudian bensin juga,” tandasnya.

Ia optimistis dalam waktu dekat seluruh dampak kebijakan WFH, termasuk efisiensi anggaran daerah, dapat terlihat lebih jelas dan terukur secara menyeluruh.

BACA JUGA :  BKAD Tangsel Bersama Mahasiswa STAN Gelar Sensus Inventarisasi BMD

Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News