Siarnitas.id – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus mematangkan pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan TPA Cipeucang.

Saat ini, proyek tersebut memasuki tahapan pembebasan lahan yang ditargetkan rampung pada tahun ini agar pembangunan fisik dapat segera dimulai.

Wakil Walikota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, mengatakan proses pembebasan lahan seluas 2,4 hektare sedang berjalan bersamaan dengan tahapan lain yang diperlukan sebelum pembangunan dimulai.

“PSEL saat ini sudah dalam tahap pembelanjaan lahan. Proses pembelanjaan lahan sebesar 2,4 hektare sedang dilakukan. Tahun ini selesai. Insyaallah berjalan beriringan. Saya harap sesegera mungkin nanti bisa penetapan dari Danantara, lalu bisa groundbreaking,” kata Pilar di Gedung Pelayanan Informasi, BSD pada Jumat (17/7/2026).

Pilar menjelaskan, proyek PSEL di Tangsel tidak mengikuti skema tahap pertama maupun tahap kedua seperti daerah lain.

BACA JUGA :  KPU Tangsel Terima Pengajuan Perbaikan Dokumen Persyaratan Bacaleg dari 18 Parpol

Menurutnya, kondisi tersebut karena Tangsel telah lebih dahulu menjalin kerja sama sehingga mekanisme yang dijalankan berbeda.

“Tangsel tidak masuk ke tahap satu atau tahap dua. Dia punya mekanisme sendiri karena kasusnya berbeda. Tangsel sudah kerja sama, hasil rakor dengan Danantara, Kementerian Pangan, dan Kementerian Lingkungan Hidup. Tangsel bukan dari nol. Karena sudah mengikat perjanjian dengan perusahaan sebelumnya, dibuat formula oleh Danantara supaya bisa dilanjutkan dengan aturan-aturan dari Danantara,” jelas Pilar.

Ia mengatakan proyek PSEL Tangsel dapat berjalan tanpa harus menunggu daerah lain selama seluruh persyaratan telah terpenuhi.

“Kita berjalan sendiri. Bisa kapan pun selama itu siap. Tidak menunggu yang lain. Kalau lahannya sudah selesai, dari Danantara juga sudah clear terkait perusahaan yang bergabung, proses perizinan dan lain sebagainya sudah selesai, menurut saya bisa segera mulai,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Musrenbang RKPD 2027 Tangsel Digelar, Benyamin Tegaskan Fokus Infrastruktur Jadi Prioritas

Pilar juga memastikan mekanisme pembangunan PSEL Tangsel berbeda dengan proyek yang berada di Jatiwaringin.

“Beda sama Jatiwaringin,” tegas Pilar.

Proses Appraisal Sedang Berjalan

Selain pembebasan lahan, Pemerintah Kota Tangsel juga tengah menjalankan proses appraisal sebagai bagian dari tahapan pengadaan lahan.

“Saat ini sedang dilakukan appraisal. Sekarang proses penetapan lahan, lalu appraisal. Setelah appraisal, baru pembayaran. Tapi harus selesai semua di tahun ini. Anggarannya sudah disiapkan oleh APBD murni,” tuturnya.

Pilar berharap seluruh proses berjalan lancar dan mendapat dukungan masyarakat. Menurutnya, penentuan nilai appraisal dilakukan oleh tim independen yang ditunjuk negara.

“Ini masih proses. Insyaallah semuanya mendukung. Appraisal juga independen. Mereka menggunakan metodologi khusus. Mereka survei harga pasar, lihat NJOP dasarnya berapa, harga pasarnya berapa, dan lain-lain. Nanti baru ditentukan besarannya,” jelasnya.

BACA JUGA :  Istri Paslon Idris-Imam Kampanyekan Visi Misi Lewat Virtual

PSEL Disiapkan Jadi Solusi Jangka Panjang

Menurut Pilar, keberadaan PSEL akan menjadi solusi jangka panjang dalam penanganan sampah di Kota Tangerang Selatan sehingga tidak lagi bergantung pada daerah lain.

“Mudah-mudahan masyarakat mendukung. Ini untuk kemaslahatan Tangerang Selatan. Kalau kita sudah punya PSEL, insyaallah tenang ke depannya. Kita tidak harus kerja sama sama daerah lain. Kalau kita melakukan landfill mining lagi di Cipeucang, sudah tidak mau. Pak Wali juga memutuskan, kalau tidak di stop sekarang TPA Cipeucang kapan lagi. Mudah-mudahan dengan adanya PSEL ini menjawab solusi secara permanen di masa depan,” pungkasnya.

Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News