siarnitas.id – Program pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) memasuki babak baru. PT Danantara Investment Management (DIM) bersama PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) resmi menetapkan delapan mitra terpilih untuk mengembangkan proyek PSEL Tahap II yang mencakup 20 kabupaten dan kota di Indonesia.

Penetapan tersebut merupakan hasil seleksi terhadap 68 proposal dari 85 Daftar Penyedia Terseleksi (DPT). Delapan mitra yang lolos akan menerima Conditional Letter of Award (CLoA) sebagai penetapan bersyarat sebelum ditetapkan secara penuh sebagai pengembang dan pengelola proyek.

Status tersebut masih bergantung pada pemenuhan seluruh persyaratan pengadaan. Selain mitra utama, DIM juga menetapkan mitra cadangan di setiap lokasi sebagai langkah antisipasi apabila mitra terpilih tidak dapat memenuhi kewajibannya.

Chief Executive Officer DIM, Pandu Sjahrir, menilai tingginya partisipasi perusahaan Waste-to-Energy kelas dunia menjadi sinyal positif bagi iklim investasi Indonesia.

“Kami melihat ini sebagai peluang untuk mempercepat transfer teknologi, membangun kapasitas nasional, dan memperkuat ekosistem industri pengelolaan sampah di Indonesia,” ungkap Pandu, dari keterangan resmi Danantara, dikutip Rabu (15/7/2026).

BACA JUGA :  Dinkes Tangsel Catat 12 Laki-laki dan 24 Perempuan Korban Kecelakaan Bus di Guci Tegal

Menariknya, perusahaan nasional tampil dominan dalam seleksi kali ini. Dari delapan konsorsium pemenang, empat dipimpin perusahaan Indonesia. Sementara dua konsorsium dipimpin perusahaan asal Prancis dan dua lainnya dipimpin perusahaan asal Tiongkok.

Dominasi tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara dengan jumlah consortium lead terbanyak pada seleksi PSEL Tahap II. Seluruh konsorsium juga menggandeng mitra teknologi internasional untuk mempercepat pembangunan proyek sekaligus memperkuat transfer teknologi ke dalam negeri.

Seleksi Dilakukan Ketat dan Transparan

Director Investment DIM sekaligus Chief Executive Officer Denera, Fadli Rahman, menegaskan seluruh proses seleksi dilakukan secara objektif dengan mengedepankan tata kelola yang baik serta mengacu pada standar internasional.

“Penilaian mencakup aspek kredensial pada proyek PSEL, kemampuan finansial, kecepatan implementasi dan komersial, aspek strategis dan pengelolaan risiko, hingga komitmen jangka panjang dan pengalaman eksekusi di Indonesia. Untuk memastikan independensi dan kualitas proses, kami menunjuk penasihat teknis, hukum, dan komersial independen yang mendampingi keseluruhan tahapan evaluasi,” tutur Fadli.

BACA JUGA :  Honorer Pemerintah Digaji di bawah UMK, Begini Penjelasan Kadisnaker Tangsel

Menurutnya, pendekatan tersebut diterapkan agar proyek strategis nasional ini memiliki fondasi yang kuat sejak tahap pemilihan mitra.

Proyek PSEL Terus Bergulir

Seleksi Tahap II merupakan kelanjutan dari program nasional pengembangan PSEL yang dilakukan secara bertahap.

Sebelumnya, pembangunan PSEL Tahap I telah dimulai melalui peresmian proyek PSEL Denpasar, Bali, pada 8 Juli 2026. Proyek tersebut menyusul proses seleksi yang juga mencakup Kota Bekasi dan Bogor Raya.

Dalam waktu dekat, proyek PSEL di Kota Bekasi dan Bogor Raya juga dijadwalkan memasuki tahap peresmian pembangunan.

Seluruh proyek yang telah memasuki fase implementasi nantinya akan dikembangkan dan dioperasikan oleh Denera bersama mitra usaha yang ditetapkan sesuai tahapan pengadaan.

BACA JUGA :  Dispar Tangsel Akan Berikan Kado Spesial HUT ke-14 Tangsel

Pemerintah berharap proyek PSEL tidak hanya menjadi solusi atas persoalan sampah yang terus meningkat, tetapi juga mampu menarik investasi baru, membuka lapangan kerja hijau, menekan emisi gas rumah kaca, serta memperkuat industri pengelolaan sampah nasional.

Daftar Mitra Terpilih PSEL Tahap II

  1. Medan Raya: SUEZ-IAN Consortium (SUEZ Insan Asia)
  2. Kabupaten Bekasi: Consortium Everbright Cemerlang Energy (Everbright Harmoni)
  3. Lampung Raya: Bumi Biru Indonesia (SUS Indoplas)
  4. Serang Raya: Masa Depan Energi Indonesia (Chandra Waste Energy BGE)
  5. Semarang Raya: Veolia Environmental Services Asia Pte. Ltd (Veolia)
  6. Surabaya Raya: Consortium Mentari Citra Lestari (Bakrie Power SUS)
  7. Bogor Raya 2: MPM-CEVIA Consortium (Mega Power CEVIA)
  8. Yogyakarta Raya: Cakra Energi Lestari Consortium (Pertamina NRE Tianjin CITICC)

Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News