siarnitas.id – Banyak orang tua kesulitan mengatasi anak yang tidak mau makan, apalagi di usia pertumbuhan anak membutuhkan nutrisi untuk tumbuh kembangnya, berbagai cara dilakukan untuk menjaga mood anak, hidangan kesukaannya menjadi cara agar si kecil tetap makan.

Anak masih belum mengerti porsi makan dan orang tua yang mengatur porsinya. Tapi, seringkali orang tua tidak melihat kebutuhan anak dan tetap memaksa apa yang menurut mereka baik, padahal anak punya kemampuan untuk tahu kapan mereka lapar dan kenyang.

Baca Juga : Bandara Halim Perdanakusuma Sudah Mulai Beroperasi

Hal tersebut menciptakan hubungan yang tidak sehat antara anak dengan makanan dan memunculkan rasa trauma yang berujung pada gangguan perilaku makan.

BACA JUGA :  Gus Muhaimin Iskandar Resmikan Kantor DPW PKB Banten

Seorang spesialis anak dr. Ajeng Indriastari menjelaskan, orang tua harus memahami konsep feeding rules (jadwal makan, lingkungan, dan prosedur makan anak) untuk membentuk bonding yang baik antara anak dan orang tua.

“Trauma makan bisa juga disebabkan karena cara pemberian makan pada anak, biasanya orang tua tidak cukup sabar dalam memberikan makan. Akibatnya, anak sering dipaksa membuka mulut dan menyuapi dalam keadaan anak tidak ingin makan,” jelas dr. Ajeng dalam keterangannya.

Banyak orang tua yang ingin asupan gizi si kecil terpenuhi, dengan memberikan berbagai macam makanan yang dicampur, karena diyakini menjadi makanan paling sehat buat anak. Tapi, kebanyakan orang tua lupa mencicipi rasanya, ketika tidak enak bisa menjadi trauma makan untuk si kecil.

BACA JUGA :  Dari Rp845 Juta Jadi Rp1,29 Miliar! Kekayaan Sekdis Dikbud Tangsel Muslim Nur Melejit dalam 3 Tahun

Selain menyajikan makanan yang kreatif, rasa yang enak juga perlu untuk meningkatkan nafsu makan anak. Mendukung terpenuhinya gizi dan nutrisi anak, Madu Gizidat bisa menjadi solusi tambahan yang dilengkapi dengan manfaat lain, seperti membantu ketahanan tubuh si kecil.

Kebaikan dan manfaat dari madu hutan alami yang dicampur ekstrak temulawak dan ekstrak ikan sidat mendorong daya nafsu makan anak dan menjadi nutrisi pelengkap yang tepat untuk membantu proses kembang anak.

“Jika orang tua terlambat mengatasi trauma makan anak, khawatir terjadi weight plotter dan bisa terjadi gangguan pertumbuhan dan berbicara mengenai jangka panjang bisa mengakibatkan stunting, mengganggu kualitas hidup anak, dan mempengaruhi kecerdasan otak anak,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Sudah Sumbang 11 Emas, Cabor Balap Motor Tangsel Ngaku Tak Punya Sirkuit

Baca Juga : Bingung Memulai Usaha? Ini Dia Ragam Bisnis Online Yang Bisa Dicoba

Setiap anak itu unik, sehingga pendekatan makan perlu disesuaikan dengan karakteristik dan kondisi psikis anak masing-masing. jangan pernah memaksa dan memarahi anak yang tidak mau makan.

Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News

(bam)