Beranda Uncategorized Gegara Kamus Kontroversial, Mahasiswa dan Pemuda Demo Kedubes Cina

Gegara Kamus Kontroversial, Mahasiswa dan Pemuda Demo Kedubes Cina

570
0

Kelompok gabungan dari organisasi mahasiswa dan pemuda Islam yaitu Pengurus Pusat Forum Mahasiswa Islam Indonesia, DPP Ikatan Mahasiswa Muslim Indonesia & PB Perhimpunan Pelajar Indonesia melakukan aksi didepan gedung Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan dilanjutkan ke Kedutaan Besar China, Kuningan, pada rabu, 28 april 2021.

Indonesia adalah negara yang berlandaskan Pancasila sebagai ideologi resmi. Karena Pancasila menjadi dasar dari arah kehidupan masyarakat berbangsa sangat bernegara ditengah kemajemukan suku, agama serta budaya.

Namun Belum lama ini, Kemendikbud merilis kamus sejarah Indonesia yang kontroversial.

“Banyak tokoh-tokoh Islam yang diskreditkan dihilangkan dalam isi kamus yang diterbitkan, namun disayangkan justru banyaknya tokoh komunis yang masuk menggantikan para tokoh tersebut dimana kita mengetahui bahwa mereka adalah pengkhianat bangsa,” ujar nofa selaku kordinator lapangan.

Ia pun menduga adanya keterlibatan negara China sebagai pihak eksternal yang diketahui sebagai investor besar dan berpengaruh di Indonesia dalam mempengaruhi pemerintah melalui kementrian Pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia untuk memasukkan para tokoh komunis ke dalam kamus sejarah Indonesia.

Karena hal itu, nofa menuturkan bahwa ia dan kawan-kawan yang telah melakukan kajian-kajian bersama menuntut agar kemendikbud segera melakukan revisi, memasukkan tokoh-tokoh Islam dan menentang dimasukkannya para tokoh komunis sebagai pengkhianat bangsa di masa lalu.

“Kepada Presiden Republik Indonesia bapak Joko Widodo untuk segara mencopot Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nadiem Makarim dari jabatannya serta usir kedutaan besar China dari Republik Indonesia karena diduga sebagai otak intelektual dimasukkan nya para tokoh tersebut kedalam kamus sejarah bangsa Indonesia,” jelasnya.

Diakhir, Nofa menegaskan bahwa ini adalah sikap awal dan jika aspirasi tersebut tidak bisa direalisasikan maka akan ada aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar. (Ii)

Artikulli paraprakSalah Satu Calon Kepala Desa di Randegan Kulon Sakit, Kok Bisa Lolos?
Artikulli tjetërPengurus KAHMI Jabar Masa Bakti 2021-2026 Bakal Dilantik di Kota Bandung

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini