Beranda Legislatif Aliansi PERTAMINA Unjuk Rasa Tolak BBM Naik di DPRD Tangsel

Aliansi PERTAMINA Unjuk Rasa Tolak BBM Naik di DPRD Tangsel

288
0
aliansi pertamina
Aliansi PERTAMINA berunjuk rasa di Kantor DPRD Tangsel. Senin (29/8)

siarnitas.id – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam aliansi PERTAMINA (Perlawanan Rakyat Atas Kenaikan Minyak Nasional) Kota Tangsel berunjuk rasa menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kantor DPRD Tangsel. Senin (29/3).

Dalam aksi tersebut yang berjumlah puluhan massa telah mengepung kantor DPRD Tangsel dengan bermaksud untuk menolak kenaikan harga BBM yang dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat.

“Aksi pada hari ini yakni sebagai bentuk pengawalan kami selaku kaum terpelajar akan hal memantau kebijakan yang di keluarkan oleh pemerintah yang tidak berpihak kemasyarakat yakni terkait kenaikan BBM,” kata Fitrah sebagai koodinator lapangan 1 dan juga sebagai Ketua Umum Inspira Tangsel dalam orasinya di depan Gedung DPRD Tangsel.

Baca Juga : Mahasiswa dan Pemuda Tangsel Konsolidasi Tolak Kenaikan Harga BBM

Ia mengutarakan kekecewaannya atas kenaikan harga BBM Di Indonesia dan meminta DPRD Tangsel untuk mendorong dalam mendengarkan aspirasi dari masyarakat.

“Maka dari itu kami dari PERTAMINA (Perlawanan Atas Kenaikan Harga Minyak Nasional) meminta DPRD Kota Tangerang Selatan yang mana di wakili oleh Ketua DPRD Kota Tangerang Selatan untuk mendorong menyepakati aspirasi kami ini dan didorong ke pusat karena fungsi dari DPRD salah satunya pengawasan,” ungkapnya.

Sementara itu, koordinator lapangan 2 dari Ketua Umum Kosgoro Tangsel, Agus mengatakan ia bersama dengan aliansi dan organisasi seluruh Tangsel gelar aksi tersebut dalam menolak terkait dengan kenaikan harga BBM nasional dan juga untuk kesejahteraan masyarakat.

“Maka salah satu langkah konkrit kami adalah dengan turun aksi bergabung dengan aliansi dan organisasi lainya yang ada di Tangsel. Selain itu kenaikan bbm ini juga akan berdampak signifikan terhadap beberapa sektor seperti sektor perekonomian bahan bahan pokok dan bahan bahan non pokok serta berimbas terhadap kesejahteraan masyarakat,” ujar Agus dalam orasinya.

Ia menuntut kepada lembaga DPRD Tangsel untuk segera di menindak lanjuti aspirasi dari masyarakat tersebut dan juga untuk bisa bertemu dengan DPR RI Provinsi Banten untuk menyuarakan aspirasi masyarakat.

“Maka kami menuntut DPRD Kota Tangsel untuk segera menindak lanjuti tuntutan kami dan dengan segera mengadakan pertemuan dengan DPR RI Provinsi Banten,” ungkapnya.

Ia bersama dengan aliansi dan organisasi mahasiswa yang di Tangsel yang tergabung dalam Pertamina (Perlawanan Rakyat Atas Kenaikan Minyak Nasional) Kota Tangsel untuk memberikan tenggat waktu 3×24 jam jika tuntutannya tidak dipenuhi. Ia menyampaikan akan datang kembali dengan jumlah masa yang lebih besar.

Sementara, Ketua DPRD Kota Tangsel, Abdul Rasyid menyambut baik kedatangan para aksi unjuk rasa dan dikasih ruang untuk menyuarakan aspirasi dari kawan-kawan para unjuk rasa.

“Saya terima dengan baik, teman-teman minta masuk ya saya suruh masuk teman-teman untuk menyampaikan aspirasi tetapi kami terkait persoalan tanda tangan itu ada mekanisme di Lembaga DPRD. Kita menghormati dan kita satu nafas, kita tidak menginginkan rakyat susah kami dari DPRD memperjuangkan ini tentunya nanti ada kewenangan dari DPR RI,” kata Abdul Rasyid dalam menyambut para unjuk rasa di depan Gedung DPRD Tangsel.

Ia menuturkan apa yang menjadi tuntutan para unjuk rasa akan melalui mekanisme yang ada di DPRD sesuai dengan mekanisme. Tentunya dari DPRD ada perwakilan yang ke Pemerintah Pusat.

Baca Juga : Mahasiswa Demo DPRD Tangsel, Iwan Rahayu Setuju Tolak BBM Naik

“Karena ini tuntutan teman-teman itu sudah benar menuntut ke DPR RI dan mekanismenya nanti kita sampaikan ke teman-teman melalui fraksi-fraksi yang ada segera tuntutan ini disampaikan kepada fraksi yang di DPR RI,” imbuhnya.

Ia sebagai Ketua DPRD Tangsel akan coba dsampaikan ke dalam Badan Musyawarah (Bamus) dan nanti agenda Bamus akan disampaikan ke para unjuk rasa untuk segera menyampaikan aspirasi para unjuk rasa.

“Nanti akan kami Bamus kan tuntutan ini dan kita minta supaya teman fraksi menyampaikan. Jadi nanti Lembaga DPRD akan menyampaikan di Bamus akan segera menyampaikan kepada seluruh fraksi yang ada di DPRD untuk menyampaikan tuntutan ini kepada teman-teman yang ada di DPRD seluruh fraksi,” ungkapnya.

Ia menegaskan akan memanggil perwakilan dari para aksi untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutannya melalui Badan Musyawah (Bamus).

“Nanti saya pastikan untuk Bamus ini maksimal sebulan sekali, nanti secara khusus teman-teman akan saya panggil untuk di Bamus,” tandasnya.

Adapun tuntutan dari Aliansi PERTAMINA ini adalah

  1. Menolak keras kenaikan harga BBM.
  2. Menuntut DPR RI untuk mengesahkan RUU Migas.
  3. Menuntut Pertamina untuk mengatasi situasi kelangkaan BBM agar dapat menjaga stabilitas harga BBM.
  4. Menuntut Presiden dan Menteri BUMN untuk mencopot seuluruh Dewan Komisaris dan Direksi Pertamina

Baca berita dan informasi lainnya dari siarnitas.id di Google News

(bam)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini