Siarnitas.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) bersiap membuat gebrakan besar dalam pelayanan publik. Lewat aplikasi digital “Tangsel One”, warga nantinya tak perlu lagi mengirim keluhan langsung ke nomor pribadi Walikota.

Walikota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, mengungkapkan aplikasi ini tengah dirancang sebagai pusat layanan terpadu berbasis teknologi yang bisa diakses seluruh masyarakat.

“Dalam tahun ini akan kita luncurkan beberapa konsep-konsep pelayanan publik yang berbasiskan teknologi,” ujarnya usai menghadiri Musrenbang RKPD 2027 di Aula Blandongan, Kamis (9/4/2026).

Menurutnya, Tangsel One akan mengintegrasikan berbagai aplikasi layanan dalam satu platform yang lebih praktis dan efisien.

“Kita sedang merancang Tangsel One. Jadi seluruh aplikasi-aplikasi itu dihimpun dalam satu Tangsel One yang nanti bisa diakses oleh masyarakat,” katanya.

BACA JUGA :  Bulan Ramadan, Pemkot Tangsel Larang 10 Jenis Usaha Pariwisata Beroperasi

Tak hanya layanan, aplikasi ini juga akan menjadi wadah resmi bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi hingga keluhan.

“Mau apa saja, termasuk di dalamnya juga nanti akan ada sistem informasi masukan-masukan,” ungkapnya.

Benyamin menegaskan, ke depan masyarakat tidak perlu lagi menyampaikan aduan melalui jalur pribadi seperti WhatsApp.

“Jadi tidak perlu lagi ke WA saya, tapi nanti di Tangsel One itu ada breakdown-nya seperti apa mereka membutuhkan,” tegasnya.

Ia menambahkan, digitalisasi akan menjadi kekuatan utama dalam pengelolaan anggaran daerah.

“Jadi penggunaan teknologi ya akan menjadi warna yang kuat dalam pelaksanaan APBD,” ucapnya.

Namun di balik inovasi tersebut, Benyamin mengakui ada tantangan dalam hal sumber daya manusia yang tidak bisa serta-merta dikurangi.

BACA JUGA :  Harta Kekayaan 8 Kepala Daerah Provinsi Banten Terbanyak, Benyamin Davnie Luar Biasa!

“Tapi yang saya hadapi adalah penggunaan teknologi mestinya mengurangi jumlah personil, tapi kan tidak bisa,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa jumlah pegawai tetap harus dipertahankan karena sudah memiliki dasar hukum yang kuat.

“Jumlah personil harus tetap saya pertahankan. Nanti demo, nanti karena ini sudah aturan, mereka sudah punya SK dan lain-lain sebagainya,” katanya.

Kondisi ini disebutnya sebagai tantangan nyata pemerintah di era digital saat ini.

“Inilah tantangan-tantangan yang dihadapi oleh pemerintahan dalam era sekarang,” ujarnya.

Meski begitu, Pemkot Tangsel memastikan anggaran pegawai tetap terkendali dan tidak membengkak.

“Iya, tetap kita pertahankan (anggaran personil), tapi dengan catatan bahwa belanja pegawainya ya tidak naik turun dari 30 persen lah kira-kira seperti itu,” pungkasnya.

BACA JUGA :  Disetujui DPRD Tangsel, Perda Perparkiran "Delay" di Provinsi

Dengan Tangsel One, Pemkot Tangsel optimistis pelayanan publik akan semakin cepat, transparan, dan terintegrasi dalam satu genggaman masyarakat.

Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News