siarnitas.id – Malam Nisfu Syaban selalu menjadi momentum spiritual yang dinanti umat Islam. Pada malam pertengahan bulan Syaban ini, pintu ampunan dan rahmat Allah SWT diyakini terbuka luas, sehingga dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, doa, istigfar, serta membaca Al-Qur’an.

Salah satu amalan yang paling dikenal dan mengakar kuat di tengah masyarakat adalah membaca surah Yasin sebanyak tiga kali dengan niat yang berbeda-beda. Tradisi ini dipahami sebagai ikhtiar batin untuk memohon ampunan dosa, keberkahan hidup, perlindungan dari musibah, serta keteguhan iman hingga akhir hayat.

Amalan membaca Yasin tiga kali pada malam Nisfu Syaban dimaknai sebagai permohonan yang menyeluruh, mencakup kepentingan dunia dan akhirat. Karena itu, penting bagi umat Islam memahami dasar keutamaannya, waktu pelaksanaan, niat, tata cara, hingga doa yang dibaca setelahnya agar ibadah dilakukan dengan penuh kesadaran dan kekhusyukan.

Melansir NU Online, membaca surah Yasin tiga kali dianjurkan dilakukan pada malam Nisfu Syaban, yakni setelah salat Maghrib hingga sebelum masuk waktu salat Isya. Rangkaian amalan ini biasanya diawali dengan membaca surah Al-Fatihah, dilanjutkan surah Yasin, lalu ditutup dengan doa setelah Yasin.

Nisfu Syaban 2026 bertepatan dengan 15 Syaban 1447 Hijriah, jatuh pada Selasa, 3 Februari 2026. Dalam kalender Hijriah, pergantian hari dimulai sejak matahari terbenam. Artinya, malam Nisfu Syaban dimulai pada Senin malam, 2 Februari 2026, setelah Maghrib, dan berlangsung hingga malam berikutnya.

Membaca surah Yasin tiga kali, termasuk jika dilakukan setelah salat Isya, hukumnya boleh dalam Islam, karena surah Yasin merupakan bagian dari Al-Qur’an yang membacanya bernilai ibadah dan berpahala.

BACA JUGA :  Refleksi Milangkala ke-4 PMRS, Kenapa Harus Kebudayaan?

Para ulama dan salafus salih juga menganjurkan umat Islam untuk menghidupkan malam Nisfu Syaban dengan berbagai bentuk ibadah, seperti memperbanyak zikir, doa, dan membaca Al-Qur’an, baik sebelum maupun sesudah salat Isya.

Niat Membaca Yasin Tiga Kali di Malam Nisfu Syaban

Amalan membaca Yasin tiga kali dilakukan dengan urutan niat sebagai berikut:

Yasin pertama
Diawali membaca surah Al-Fatihah, kemudian surah Yasin dengan niat memohon umur panjang yang berkah, kesehatan, ketaatan, dan keistikamahan dalam ibadah. Setelah itu, membaca doa setelah Yasin.

Yasin kedua
Diawali membaca surah Al-Fatihah, kemudian surah Yasin dengan niat memohon perlindungan dari bala, fitnah, dan musibah, serta rezeki yang halal dan berkah. Setelah itu, membaca doa setelah Yasin.

Yasin ketiga
Diawali membaca surah Al-Fatihah, kemudian surah Yasin dengan niat memohon akhlak yang baik, dijauhkan dari sifat hasad, dengki, riya, sombong, dan ujub, serta memohon ketetapan iman, Islam, dan husnul khatimah. Amalan ini ditutup dengan doa.

Doa Nisfu Syaban Setelah Membaca Surah Yasin

Setelah rangkaian pembacaan surah Yasin selesai, umat Islam dianjurkan membaca doa Nisfu Syaban yang berisi pengakuan atas kebesaran Allah SWT, permohonan agar takdir buruk dihapus dan diganti dengan kebaikan, serta permohonan perlindungan dari segala bala dan musibah.

اللَّهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَ لا يَمُنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلالِ وَ الإِكْرَامِ يَا ذَا الطَّوْلِ وَ الإِنْعَامِ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللأَجِيْنَ وَجَارَ الْمُسْتَجِيْرِينَ وَ أَمَانَ الْخَائِفِينَ. اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِي عِنْدَكَ فِي أُمِّ الْكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُوْمًا أَوْ مَطْرُودًا أَوْ مُقْتَرًا عَلَيَّ فِي الرِّزْقِ فَامْحُ اللَّهُمَّ بِفَضْلِكَ فِي أُمِّ الْكِتَابِ شَقَاوَتِي وَ حِرْمَانِي وَ طَرْدِي وَ اقْتَارَ رِزْقِي وَ أَثْبِتْنِي عِنْدَكَ فِي أُمِّ الْكِتَابِ سَعِيدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَ قَوْلُكَ الْحَقُّ فِي كِتَابِكَ الْمُنْزِلِ عَلَى نَبِيِّكَ الْمُرْسَلِ يَمْحُو اللَّهُ مَا يَشَاءُ وَ يُثْبِتُ وَ عِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ الهِي بِالتَّجَلِّي الأَعْظَمِ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَهْرِ شَعْبَانَ الْمُكَرَّمِ الَّتِي يُفْرَقُ فِيهَا كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ وَ يُبْرُمُ اصْرِفْ عَنِّي مِنَ الْبَلَاءِ مَا أَعْلَمُ وَ مَا لَا أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلامُ الْغُيُوبِبِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ وَ سَلَّمَ . آمِيْن

BACA JUGA :  Hilal Terlihat, 1 Syawal 1443 H Jatuh Pada 2 Mei 2022

Allāhumma yā żal-manni wa lā yamunnu ‘alaik, yā żal-jalāli wal-ikrām, yā żaṭ-ṭauli wal-in’ām, lā ilāha illā anta, ẓahral-lāji’īn, wa jāral-mustajīrīn, wa amānal-khā’ifīn. Allāhumma in kunta katabtani ‘indaka fī ummil-kitābi shaqiyyan aw maḥrūman aw maṭrūdan aw muqtaran ‘alayya fir-rizqi, famḥu Allāhumma bifaḍlika fī ummil-kitābi shaqāwatī wa ḥirmānī wa ṭardī wa iqtāra rizqī, wa athbitnī ‘indaka fī ummil-kitābi sa’īdan marzūqan muwaffaqan lil-khairāt. Fa innaka qulta wa qawluka al-ḥaqq fī kitābikal-munzali ‘alā nabiyyikal-mursal: yamḥullāhu mā yashā’u wa yuthbitu wa ‘indahū ummul-kitāb. Ilāhī bit-tajallīl-a’ẓam fī laylatin-niṣfi min shahri Sha’bānal-mukarram allatī yufraqu fīhā kullu amrin ḥakīm, wa yubram. Iṣrif ‘annī minal-balā’i mā a’lamu wa mā lā a’lam, wa anta ‘allāmul-ghuyūb, biraḥmatika yā arḥamar-rāḥimīn. Wa ṣallallāhu ‘alā sayyidinā Muḥammad wa ‘alā ālihī wa ṣaḥbihī wa sallam. Āmīn.

Artinya: “Ya Allah, wahai Pemilik segala karunia, dan tidak ada seorang pun yang dapat memberi karunia kepada-Mu. Wahai Pemilik keagungan dan kemuliaan. Wahai Pemilik kelapangan dan pemberi nikmat. Tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau. Engkaulah tempat bersandar orang-orang yang berlindung, pelindung orang-orang yang meminta perlindungan, dan pemberi rasa aman bagi orang-orang yang ketakutan.

BACA JUGA :  BMKG Prediksi Hujan Guyur Kota Tangsel Selasa 11 November 2025

Ya Allah, jika Engkau telah menuliskan aku di sisi-Mu dalam Ummul Kitab sebagai orang yang celaka, terhalang (dari kebaikan), terusir, atau disempitkan rezekinya, maka hapuskanlah wahai Allah dengan karunia-Mu dari Ummul Kitab segala kecelakaanku, keterhalanganku, keterusiranku, dan kesempitan rezekiku. Tetapkanlah aku di sisi-Mu dalam Ummul Kitab sebagai orang yang bahagia, diberi rezeki, dan diberi taufik untuk melakukan berbagai kebaikan.

Sesungguhnya Engkau telah berfirman dan firman-Mu adalah benar di dalam kitab-Mu yang diturunkan kepada Nabi-Mu yang Engkau utus: Allah menghapus apa yang Dia kehendaki dan menetapkan apa yang Dia kehendaki, dan di sisi-Nyalah Ummul Kitab.

Wahai Tuhanku, dengan tajalli-Mu yang Mahaagung pada malam pertengahan bulan Syaban yang mulia, malam di mana setiap urusan yang penuh hikmah ditetapkan dan diputuskan, palingkanlah dariku segala bala bencana, baik yang aku ketahui maupun yang tidak aku ketahui. Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala yang gaib. Dengan rahmat-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih di antara para pengasih.

Semoga Allah melimpahkan selawat dan salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad, beserta keluarga dan para sahabatnya. Aamiin”.

Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News