siarnitas.id – Provinsi Banten kembali menorehkan prestasi gemilang di panggung ekonomi nasional. Sepanjang Januari hingga Desember 2025, realisasi investasi di Banten melesat tajam hingga Rp130,2 triliun, melampaui target pemerintah pusat sebesar Rp119,5 triliun atau tercapai 108,91 persen.
Capaian impresif ini menegaskan posisi Banten sebagai salah satu daerah dengan daya tarik investasi terkuat di Indonesia. Pengumuman resmi disampaikan oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Investasi dan Hilirisasi, yang diikuti secara daring oleh Kepala DPMPTSP se-Indonesia.
Tak hanya melampaui target, Banten juga sukses melonjak ke peringkat keempat nasional, naik satu tingkat dari posisi sebelumnya di urutan kelima.
Kenaikan ini berlaku baik untuk realisasi investasi total maupun sektor hilirisasi, menandakan penguatan struktur ekonomi daerah yang semakin solid.
Investasi Rp130,2 Triliun: PMDN Dominan, PMA Tetap Kuat
Secara kumulatif, total investasi Rp130,2 triliun tersebut terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp73,2 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar 5,2 miliar dolar AS.
Khusus sektor hilirisasi, realisasi investasi sepanjang 2025 tercatat mencapai Rp41,3 triliun, memperkuat posisi Banten sebagai pusat pertumbuhan industri bernilai tambah.
Sementara itu, pada Triwulan IV 2025 (Oktober–Desember), Banten kembali mencatatkan kinerja cemerlang dengan realisasi investasi Rp38,6 triliun.
Angka tersebut berasal dari PMDN Rp19,3 triliun dan PMA sebesar 1,4 miliar dolar AS. Pada periode yang sama, sektor hilirisasi menyumbang Rp17,5 triliun, sekaligus mengukuhkan Banten di peringkat keempat nasional untuk triwulan tersebut.
Iklim Kondusif Jadi Kunci Kepercayaan Investor
Kepala DPMPTSP Provinsi Banten, Virgojanti, menegaskan bahwa lonjakan investasi ini tidak terlepas dari kondusivitas daerah dan kolaborasi lintas sektor yang terus dijaga.
“Capaian realisasi investasi ini merupakan hasil kerja keras seluruh pihak dalam menjaga kondusivitas daerah. Hal ini memberikan dampak positif dan kepercayaan bagi para investor terhadap iklim investasi di Provinsi Banten,” kata Virgojanti, dikutip Senin (19/1/2026).
Ia optimistis tren positif ini akan berlanjut pada 2026, dengan investasi yang tidak hanya besar secara nilai, tetapi juga berkualitas dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
“Semoga kinerja investasi ke depan semakin berkualitas, mampu membuka lapangan kerja yang lebih luas, serta memperkuat struktura ekonomi Banten secara berkelanjutan, Investasi Tumbuh….. Hilirisasi Kuat…Banten Maju,” pungkasnya.
Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News

