Terhimpit Ekonomi, Satu Keluarga di Sukahaji Bisnis Prostitusi

siarnitas.id – Satu keluarga asal Kecamatan Sukahaji harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di Kantor Polisi. Pasalnya, sepasang suami istri yang berinisial (HH) dan istrinya (DA) rela menjual anaknya berinisial (KM) berusia 14 tahun untuk melakukan tindakan prostitusi di rumah kost Majalengka Wetan, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka.

“Kami berhasil mengungkap tindak pidana eksploitasi terhadap anak yang menjadikan mata pencaharian kebiasaannya memudahkan perbuatan cabul dengan orang lain,” kata Kepala Satreskrim Polres Majalengka AKP Siswo DC Tarigan saat konferensi pers, Kamis (29/4/2021).

Menurutnya, pengungkapan ini berhasil berdasarkan informasi awal dari masyarakat lalu ditindak dan diciduk oleh pihak kepolisian dengan penyamaran oleh petugas kepolisian yang mencoba memesan dan booking melalui daring dengan menggunakan aplikasi media sosial.

“Jadi tersangka DA, itu menjajakan korban secara daring melalui aplikasi MiChat dengan tarif 500 ribu per kencan, dengan nanti komisi yang di dapatkan oleh tersangka 100 hingga 150 ribu,” jelasnya.

Tersangka mengaku melakukan tindakan tersebut sudah berjalan selama dua bulan, dia terpaksa melakukan hal itu karena faktor ekonomi yang menghimpit keluarganya.

“Tersangka atas nama DA karena tidak bekerja ia rela menjual anaknya dan dirinya sendiri, sehingga fakta terbaru suaminya pun ikut diringkus sebab menjajakan istrinya juga,” ucapnya.

Atas dasar itu sepasang suami istri tersebut harus rela mendekam di penjara.

“Tersangka, kami jerat dengan pasal 88 UU No 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan hukuman penjara paling lama 9 Tahun,” tukas AKP. Siswo DC Tarigan. (Fik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here