Siarnitas.id – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memperketat langkah antisipasi kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cipeucang menyusul meningkatnya risiko kebakaran saat musim kemarau.

Langkah tersebut menjadi salah satu hasil rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Tangerang Selatan yang digelar di salah satu hotel kawasan Serpong, Selasa (21/7/2026).

Walikota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan, selain membahas kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat, rapat Forkopimda juga menyoroti potensi kebakaran yang kerap meningkat selama musim kemarau. Karena itu, pemerintah daerah mulai menyiapkan sejumlah langkah pencegahan, baik di lingkungan masyarakat maupun di TPA Cipeucang.

“Yang paling tidak kalah pentingnya adalah soal mewaspadai potensi kebakaran, yang selama ini biasanya disebabkan oleh korsleting listrik,” kata Benyamin.

BACA JUGA :  SPMB 2026 Dimulai, PWI Kota Tangsel Siapkan Kanal Aduan Masyarakat

Sebagai langkah awal, Benyamin meminta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat melalui pelatihan penanganan kebakaran sederhana.

“Saya minta Damkar untuk melakukan pelatihan kepada masyarakat untuk memadamkan api atau kompor yang dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Selain meningkatkan kesiapsiagaan warga, Pemkot Tangsel juga memperkuat pengamanan di TPA Cipeucang. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi agar kebakaran yang terjadi di sejumlah tempat pemrosesan akhir sampah di daerah lain tidak terulang di Tangsel.

“Berkaca kepada kebakaran tempat pembuangan akhir sampah di beberapa daerah, saya sudah instruksikan kepada dinas teknis, Dinas LH, Dinas PU, kemudian dan beberapa dinas yang lain untuk mengamankan Cipeucang,” tuturnya.

BACA JUGA :  Tahun Ajaran Baru 2026, Bus Sekolah Gratis di Tangsel Bakal Tambah Titik Jemput

Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah membangun cerobong pembuangan gas metana pada area landfill. Menurut Benyamin, pembangunan itu ditargetkan mulai direalisasikan tahun ini.

“Saya sudah minta untuk dibuatkan cerobong dari bawah untuk membuang gas metannya, sehingga walaupun ada asap rokok atau apa, itu tidak menyebabkan penyebaran api yang besar. Insya Allah tahun ini akan kita bangun, baik landfill 3, landfill 2, maupun landfill 1,” jelas Benyamin.

Ia menjelaskan, landfill 1 dan landfill 2 saat ini sudah ditumbuhi rumput dan tanaman yang membantu menyerap gas di dalam timbunan sampah. Meski demikian, cerobong pembuangan gas metana tetap diperlukan sebagai bagian dari sistem pengamanan.

BACA JUGA :  3 Kandidat Bacabup Tangerang Lolos Tes Kesehatan

“Landfill 1, landfill 2 amannya saat ini sudah menjadi tumbuh rumput, tumbuh tanaman. Ini juga menyerap gas yang ada di dalam, yang di bawah itu, tapi tetap itu harus kita buatkan cerobong,” pungkas Benyamin.

Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News