Webinar Makin Cakap Digital 2022 dengan Tema “Jempolmu Harimaumu: Menjadi Warganet Kritis di Media Sosial”

0

Solo, 26 Agustus 2022 – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi menyelenggarakan kegiatan Webinar Makin Cakap Digital 2022 dengan tema “Jempolmu Harimaumu: Menjadi Warganet Kritis di Media Sosial” bagi para guru dan pelajar di Jawa Tengah. Webinar ini dimoderatori oleh Faida Inayati secara online.

Jika dilihat dari data We are Social Hootsuite (2022), per Februari, di Indonesia terdapat 204,7 juta pengguna internet yang setara dengan 73,7% dari populasi penduduk Indonesia. Angka tersebut meningkat 2,1 juta dari tahun sebelumnya. Meskipun Indonesia termasuk empat besar negara pengguna internet terbesar di dunia, Survei Badan Pusat Statistik tahun 2018 mengungkapkan bahwa keahlian berinternet masyarakat Indonesia memiliki skor paling rendah.

Dilatarbelakangi oleh hal tersebut, Kemenkominfo mengadakan kegiatan webinar ini dalam upaya mengedukasi masyarakat terkait pentingnya memanfaatkan internet secara wajar dan menghindari hal-hal yang membahayakan atau merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Dirjen Aptika Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan membuka acara ini dengan memberi sambutan terkait pesatnya perkembangan digital di Indonesia yang perlu diimbangi dengan kapasitas literasi digital yang mumpuni. Perlu diberikan pemahaman kepada masyarakat sebagai pengguna media sosial untuk lebih produktif dalam memanfaatkan internet demi mewujudkan Indonesia makin cakap digital.

Menjadi masyarakat cerdas di media sosial

Narasumber pertama, Aulia Oktaviana selaku Social Media Enthusiast memberikan pemaparan bahwa netiket diperlukan sebagai benteng diri dari tindakan negatif di ruang digital. Ruang lingkup etika yaitu kesadaran, integritas, tanggung jawab, kebajikan. Etika di ruang digital diperlukan agar tidak terjadi hate speech, hoaks, cyber bullying, konflik antar kubu. Beliau menyampaikan bahwa dunia maya memberikan peluang yang besar sebagaimana bahayanya kepada dunia.

Pembahasan lebih lanjut terkait kejahatan siber turut dipaparkan oleh narasumber kedua, Devi Purnamasari selaku Socal Media dan Digital Marketing Specialist. Beliau menyampaikan bahwa Indonesia memiliki tantangan budaya digital seperti minimnya pemahaman hak digital, menghilangnya batas-batas privasi, pelanggaran hak cipta dan karya intelektual. Akan tetapi budaya digital mampu memberikan dampak positif seperti membuka pekerjaan baru, media mempromosikan usaha, membuat kualitas SDM meningkat akibat menemukan tokoh-tokoh inspirator.

Selanjutnya pemaparan materi dari Dewi Rieka seorang Penulis, Mentor, dan Blogger melengkapi materi kedua narasumber sebelumnya dengan membahas terkait perlunya menjadi masyarakat kritis di media sosial. Cara yang dilakukan yaitu dengan menyaring dan mencari kejelasan informasi yang didapat, mengikuti akun-akun terpercaya, membagikan postingan yang bernilai positif, memblokir dan melaporkan postingan bermuatan negatif. Beliau menyimpulkan metode pengguna layanan digital adalah kenali, pahami, bertindak.

Acara ditutup dengan closing statement oleh narasumber dan dokumentasi yang dipandu moderator.

Dukungan positif masyarakat menjadikan Kemenkominfo terus memberikan edukasi melalui program Indonesia Makin Cakap Digital yang berkolaborasi dengan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi. Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan lainnya dapat diakses melalui info.literasidigital.id atau media sosial Instagram, TikTok, Twitter, Facebook dan channel Youtube Siberkreasi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini