Siarnitas.id – Warga Perumahan Kencana Loka 12.5, BSD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengeluhkan kebisingan yang diduga berasal dari aktivitas olahraga di Loka Padel di jalan Tandon Ciater.
Suara dari kegiatan di lokasi tersebut disebut sering terdengar hingga larut malam bahkan menjelang waktu sahur, sehingga mengganggu waktu istirahat warga, terutama di bulan Ramadan.
Ketua RW 05 Perumahan Kencana Loka 12.5, Aji Ekawarman, mengatakan pihaknya menerima banyak laporan dari warga yang merasa terganggu oleh suara yang muncul dari aktivitas di area tersebut.
“Jadi kami sebagai pengurus ini mendapatkan laporan dari warga bahwa mereka merasa terganggu dengan adanya suara-suara yang ditimbulkan dari kegiatan yang dilaksanakan di lokasi Loka Padel ini,” katanya kepada redaksi siarnitas.id, pada Selasa (17/3/2026).
Menurutnya, warga berharap gangguan tersebut dapat diminimalisir bahkan dihilangkan, agar aktivitas di lokasi olahraga tersebut tidak lagi mengganggu lingkungan sekitar.
“Kami ingin supaya gangguan itu diminimalisir atau ditiadakan, yaitu dengan cara apa pun, yang penting kegiatan di sana tidak mengganggu kami lagi karena suara gangguan ini sampai tengah malam,” ujarnya.
Ia menambahkan, waktu malam seharusnya menjadi waktu istirahat bagi warga. Namun aktivitas di lokasi tersebut disebut masih berlangsung hingga larut.
“Di mana waktunya warga kami harusnya istirahat, tapi di sini tetap kegiatan itu masih ada. Bahkan menjelang sahur di bulan Ramadan kadang-kadang masih ada,” ungkapnya.
Karena itu, pihak RW meminta pengelola membatasi jam operasional serta mencari cara untuk mengurangi kebisingan.
“Kami menghimbau kepada pengelolanya agar jam operasionalnya dibatasi dan kebisingannya kalau bisa dihilangkan. Keinginan kita seperti itu. Jadi kita tidak ada ke arah yang lain, hanya masalah gangguan kebisingan saja,” jelasnya.
Aji juga menyebut komunikasi sebenarnya sudah dilakukan antara pengurus lingkungan dan pihak pengelola.
Bahkan pengelola disebut telah datang ke balai warga untuk membicarakan persoalan tersebut.
“Komunikasi sudah kita lakukan dari pihak pengelolanya juga sudah datang ke balai warga dan kita bicarakan kondusif, tapi yang dijanjikan sampai sekarang memang belum dilaksanakan,” tuturnya.
Ia berharap komitmen yang telah disampaikan pengelola dapat segera direalisasikan.
“Kami harap tidak ada mundur-mundur lagi waktunya dan supaya kita sama-sama win-win solution,” imbuhnya.
Keluhan serupa juga disampaikan Ketua RT 03/05 Perumahan Kencana Loka 12.5, Hendrajid. Ia mengatakan pada awal pembangunan lokasi tersebut, komunikasi dengan lingkungan sekitar dinilai belum berjalan maksimal.
“Mungkin pada awalnya pada saat pembangunan ini memang belum ada komunikasi dengan lingkungan yang kebetulan memang RW-nya berseberangan,” katanya.
Menurutnya, proses pembangunan bahkan sempat berlangsung selama 24 jam dengan menggunakan alat berat sehingga cukup mengganggu warga.
“Jadi cukup mengganggu karena pengerjaannya 24 jam dengan alat berat sehingga mengganggu, sangat mengganggu sekali, baik itu suara maupun mengganggu istirahat kami,” jelasnya.
Selain kebisingan, warga juga mengeluhkan debu yang muncul selama proses pembangunan.
“Mengganggu karena polusi suara satu, yang kedua juga karena debu dan mungkin juga karena yang sangat disayangkan adalah tidak ada komunikasi dengan lintas RW untuk masalah gangguan-gangguan lingkungan,” ungkapnya.
Meski demikian, Hendrajid menyebut mediasi antara warga dan pengelola sudah dilakukan dan berlangsung secara kondusif.
Ia berharap kesepakatan yang telah dibicarakan benar-benar ditindaklanjuti.
“Mudah-mudahan kemarin sudah dimediasi, sudah ketemu, alhamdulillah mereka kondusif, mudah-mudahan bisa ditindaklanjuti apa yang sudah dijanjikan,” tuturnya.
Ia menegaskan salah satu hal yang paling diharapkan warga adalah pembatasan jam operasional, terutama selama bulan Ramadan.
“Terutamanya dua yang disampaikan Pak RW, satu, jam operasional apalagi di bulan Ramadan jangan sampai jam 3 pagi,” ujarnya.
Menurutnya, warga memahami bahwa suara pemain sulit sepenuhnya dihilangkan. Namun setidaknya upaya pencegahan dapat dilakukan untuk mengurangi dampak kebisingan.
“Kita nggak bisa menghilangkan suara-suara pemain, itu di luar dari kemampuan pengelola juga, tapi kami hargai bahwa sudah ada tindakan-tindakan preventif yang bisa mengurangi,” jelasnya.
Ia berharap ke depan keluhan warga dapat diperhatikan agar aktivitas olahraga tetap berjalan tanpa mengganggu lingkungan sekitar.
“Ya mudah-mudahan ke depannya keluhan kami diperhatikan,” tandasnya.
Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News

