Siarnitas.id – Kadin Indonesia resmi meluncurkan program Kampung Digital dan Pojok UMKM. Namun, alih-alih membawa kejelasan mengenai arah transformasi digital yang digaungkan, peluncuran ini justru memunculkan tanda tanya besar mengenai konsep digitalisasi yang disampaikan.

Wakil Ketua Kadin Indonesia, Mulyadi Jayabaya, menyebut bahwa digitalisasi UMKM akan menjadi fokus utama program tersebut. Meski demikian, penjelasan yang diberikan masih belum menggambarkan secara detail bentuk implementasi digital yang dimaksud.

“Kita akan melakukan sosialisasi kepada seluruh warga Indonesia, ya kepada anggota Kadin di seluruh Indonesia. Yang pertama peluncurannya di sini (Tangsel). Ternyata kan kita lihat Kadin itu 2026 ya, 10 juta. UMKM ikut naik kelas nantinya melalui digital ini. Jadi ini bukan baru pertama, ini pertama tapi akan ditindak lanjutin. Ini sosialisasi penuh terus,” kata usai peluncuran dan peresmian di Jaletreng River Park, Tangsel, ditulis pada Jumat (14/11/2025).

BACA JUGA :  Evaluasi Ketersediaan Bufferstock Untuk Bencana, DPRD Kunjungi Dinsos Jabar

Ketika ditanyakan apakah program ini akan dilengkapi aplikasi khusus sebagai wadah digital bagi pelaku UMKM, Mulyadi menyebut kemungkinan tersebut bisa terjadi. Namun, kepastian mengenai pembangunan aplikasi belum diputuskan.

“Kemungkinan juga, itu tidak menuntut kemungkinan. Kita lihat dulu anggotanya. Kalau sudah terbentuk, kita bikin aplikasi baru. Misalnya aplikasi Kadin apa, boleh kan. Karena Kadin sebagai mitra pemerintah yang haruslah meningkatkan ketahanan ekonomi, kesehatan, pendidikan, gitu,” jelasnya.

Kebingungan semakin terasa ketika ditanyakan apakah aplikasi tersebut nantinya akan menjadi kompetitor platform besar seperti Shopee atau Tokopedia. Mulyadi menegaskan bahwa hal itu belum menjadi arah program saat ini.

“Tidak, belum. Jangan keluar ke situ dulu,” imbuhnya.

BACA JUGA :  ITC BSD, Tempat Lokasi SIM Keliling di Tangsel Kamis 20 Juni 2024

Dengan minimnya rincian konsep digital yang disampaikan, peluncuran Kampung Digital dan Pojok UMKM ini masih menyisakan banyak pertanyaan, terutama terkait instrumen digital apa yang akan digunakan untuk mendorong UMKM naik kelas dan bagaimana mekanisme pelaksanaannya di lapangan.

Sebelumnya diberitakan, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia resmi meluncurkan program Kampung Digital dan Pojok UMKM sebagai langkah konkret memperkuat transformasi digital pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Acara peluncuran tersebut digelar di Jaletreng River Park, Kota Tangerang Selatan, pada Kamis (13/11/2025).

Peresmian program strategis ini dibuka langsung oleh Wakil Ketua Kadin Indonesia Mulyadi Jayabaya, didampingi Ketua Kadin Provinsi Banten Azzari Jayabaya, serta perwakilan Kadin Kota Tangsel Marhadi.

BACA JUGA :  Kabel Provider di Tangsel Carut Marut, Galian Tanah Milik APJATEL Terbengkalai

Wakil Ketua Kadin Indonesia, Mulyadi Jayabaya menegaskan bahwa peluncuran Kampung Digital dan Pojok UMKM merupakan bentuk nyata komitmen Kadin Indonesia dalam mendukung penguatan ekonomi nasional berbasis digital.

Program ini, kata Mulyadi, menjadi inisiatif besar untuk mempersiapkan jutaan pelaku UMKM agar siap bersaing di era transformasi digital.

“Ini sebuah harapan bagi para pengusaha. Kadin punya program inisiatif yakni peluncuran Kampung Digital dan Pojok UMKM. Ini baru 500 di Tangsel, cuma target 10 juta (UMKM),” kata Mulyadi usai peluncuran dan peresmian di lokasi.

Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News