siarnitas.id – Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) kembali mengguncang pasar logam mulia Indonesia, dengan harga jual yang tercatat melonjak tajam ke Rp3.027.000 per gram pada Senin 2 Februari 2026, namun di balik itu harga buyback justru turun, memicu pertanyaan besar bagi investor dan pemilik emas!

Kenaikan harga emas Antam pada awal pekan ini mencapai sekitar Rp167.000 per gram dibandingkan sesi sebelumnya, menandai rebound yang mengejutkan setelah koreksi tajam di akhir pekan.

Namun fenomena ini tak diikuti oleh harga buyback (harga yang diterima ketika menjual emas ke Antam), yang tercatat turun sekitar Rp21.000 menjadi Rp2.633.000 per gram.

Para analis pasar menyebut tren ini sebagai efek dari volatilitas pasar emas global dan permintaan likuiditas yang meningkat. Ketika harga jual naik tajam, seringkali spread antara harga beli dan harga jual melebar yang berarti pemilik emas yang ingin jual kembali (sell) mendapatkan nilai yang lebih rendah dibandingkan harga jual.

BACA JUGA :  Jangan Lupa! Ini Lokasi dan Jadwal SIM Keliling di Tangsel Senin 29 September 2025

Harga Buyback (Jual Kembali ke Antam) pada 2 Februari 2026, sebagai berikut;

1 gram: Rp2.633.000 (turun dari posisi sebelumnya)
2 gram atau lebih, dibayar Rp 2.633.000/gram × jumlah gram * (belum dipotong pajak PPh 22 jika berlaku).

Faktanya, meskipun harga jual melejit, buyback yang turun bisa jadi kesempatan untung bagi investor jangka panjang yang memiliki emas sejak beberapa tahun lalu — terutama mereka yang membeli sebelum harga naik tajam baru-baru ini.

Pasar emas Antam Senin ini penuh kejutan harga jual melambung ke atas Rp3 juta/gram, tetapi buyback turun. Ini adalah momen krusial bagi kolektor emas untuk mempertimbangkan strategi jual atau tahan emasnya.

Pergerakan harga yang kontras ini juga bisa menjadi sinyal penting tentang sentimen pasar menjelang momentum ekonomi global dan domestik.

BACA JUGA :  Harga Emas Antam Hari Ini Rabu 5 November 2025, 1 Gram Dijual Rp2.260.000

Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News