Siarnitas.id – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Salah satu langkah nyata diwujudkan melalui pemberian bantuan modal usaha serta fasilitasi sertifikasi halal dan legalitas usaha secara gratis bagi para pelaku UMKM.
Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, dukungan pemerintah terhadap UMKM bukan hanya sekadar bantuan finansial, tetapi juga upaya menciptakan ekosistem usaha yang sehat, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Benyamin saat menghadiri kegiatan Serah Terima Bantuan Pemodalan bagi Pelaku UMKM yang digelar oleh Dinas Koperasi dan UKM Kota Tangsel bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Bank BTN Syariah, di Gedung Galeri Koperasi dan UKM, Lengkong Gudang, Serpong.
“Nanti ada bantuan yang diberikan bagi 100 orang berupa bantuan modal, bantuan sifatnya buat pinjaman tolong dimanfaatkan dengan baik. Kalau hari ini usaha mikro, saya ingin pelaku usaha di Tangsel bisa naik kelas menjadi usaha menengah, bahkan besar,” kata Benyamin, dikutip Rabu (29/10/2025).
Walikota juga memberikan apresiasi kepada para pelaku UMKM yang tetap bertahan dan bersemangat menjalankan usahanya di tengah tantangan ekonomi yang tidak mudah.
Menurutnya, pemerintah pusat hingga daerah kini memberikan perhatian serius dalam memperkuat sektor ekonomi mikro sebagai tulang punggung perekonomian nasional.
Benyamin berpesan agar setiap penerima bantuan mampu mengelola keuangan dengan bijak, terutama dalam memisahkan antara modal usaha, keuntungan, dan tabungan.
Ia menilai, kedisiplinan menabung menjadi salah satu kunci penting bagi keberlanjutan usaha kecil, agar tidak terus bergantung pada pinjaman untuk menopang bisnis.
“Walaupun sedikit, usahakan tetap ada saving (tabungan). Keuntungan jangan dihabiskan, sisihkan untuk pengembangan usaha. Dari sini mental juara harus tumbuh,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Benyamin juga mengapresiasi program Baznas Mikrofinance Desa (BMD) yang memberikan pinjaman tanpa agunan hingga Rp3 juta bagi pelaku usaha mikro.
Ia menilai, program semacam ini menjadi solusi nyata dalam memberikan akses permodalan yang adil dan tanpa beban bunga tinggi.
“Yang dipertaruhkan dalam program ini adalah kepercayaan. Kalau dipercaya, Insyaallah bantuan ini akan terus bergulir,” ungkapnya.
Selain bantuan modal, acara tersebut turut dirangkai dengan fasilitasi sertifikasi halal dan legalitas usaha.
Melalui kolaborasi antara Pemkot Tangsel dan BTN Syariah, pemerintah berharap para pelaku UMKM dapat meningkatkan daya saing produk mereka, sekaligus memperluas jangkauan pasar, termasuk ke ranah digital.
Sementara, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Tangsel, Bachtiar Priyambodo, menjelaskan bahwa program ini merupakan implementasi dari Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), yang menekankan prinsip anti-riba dan anti-rentenir.
“Jadi inilah salah satu upaya kami untuk membantu stimulus permodalan kepada bapak-ibu sekalian sebagai pengusaha mikro yang ada di Tangerang Selatan agar tidak terjebak oleh pinjol maupun rentenir,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi tindak lanjut dari program tahun sebelumnya, di mana Pemkot Tangsel telah menyalurkan bantuan sarana usaha berupa gerobak kepada pelaku usaha mikro di berbagai wilayah.
Dengan berbagai dukungan dan kolaborasi lintas lembaga, Pemkot Tangsel berharap pelaku UMKM dapat semakin berdaya, naik kelas, dan menjadi bagian penting dari pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News

