siarnitas.id — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai dampak abu vulkanik terhadap kesehatan, termasuk pada organ mata.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, dr. Fitria Oriza mengatakan, abu vulkanik mengandung silika yang dapat memberikan dampak terhadap jaringan tubuh jika terpapar.
Menurutnya, silika pada abu vulkanik memiliki karakter seperti kaca atau beling ketika dilihat melalui mikroskop. Kondisi tersebut membuat abu vulkanik perlu diwaspadai ketika masuk ke mata maupun saluran pernapasan.
“Ini kan (debu vulkanik) konsistensinya dia itu mengandung silika. Jadi kalau silika itu di mikroskop itu gambarnya seperti beling ya atau kaca, sehingga kalau misalnya masuk ke pernapasan itu bisa melukai jaringan-jaringan pernapasan,” ujar Fitria di DPRD Tangsel, ditulis pada Selasa (8/9/2026).
Fitria menjelaskan, abu vulkanik yang mengenai mata dapat menyebabkan iritasi. Masyarakat yang merasa kelilipan akibat abu vulkanik diminta tidak langsung mengucek mata.
“Jadi kalau misalnya debu itu kena mata nih, misalnya teman-teman semuanya kelilipan misalnya abu vulkanik yang sekarang lagi kena ini, itu enggak boleh dikucek,” katanya.
Ia menyarankan mata yang terkena abu vulkanik segera dibilas menggunakan air mengalir. Cara tersebut dinilai dapat membantu melepaskan partikel abu dari mata tanpa menyebabkan gesekan pada kornea.
“Jadi lebih kita disiram pakai air mengalir, sehingga nanti silikanya itu bisa lepas tanpa melukai kornea,” ujar Fitria.
Menurutnya, mengucek mata ketika terdapat partikel abu vulkanik justru dapat menimbulkan luka pada kornea.
“Karena kalau misalnya kelilipan kemudian dikucek, nah itu bisa menyebabkan baret ya di kornea kita sehingga menyebabkan iritasi pada mata yang cukup lumayan parah gitu,” katanya.
Selain mata, Fitria mengingatkan masyarakat agar memperhatikan paparan abu vulkanik terhadap saluran pernapasan. Penggunaan masker diperlukan untuk mengurangi risiko partikel abu masuk ke dalam pernapasan.
“Begitu juga pernapasan, kalau kita tidak menggunakan masker, kalau misalnya abu vulkanik masuk ke pernapasan kita, itu bisa melukai dan kayak seperti mikrolesi ya, luka tapi kecil-kecil gitu ya, dan bisa mengakibatkan infeksi,” jelasnya.
Dinkes Tangsel juga mengimbau masyarakat, terutama kelompok rentan, untuk mengurangi aktivitas di luar rumah selama kondisi paparan abu vulkanik masih berlangsung.
Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News

