siarnitas.id – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) belum menerapkan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN), meski penyebaran abu vulkanik masih terjadi di wilayah Tangerang Selatan.
Walikota Tangsel, Benyamin Davnie menegaskan, aktivitas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan di tengah kondisi tersebut.
“Belum (ASN WFH),” kata Benyamin di DPRD Tangsel, pada Senin (7/9/2026).
Menurut Benyamin, tidak ada keputusan untuk menerapkan WFH bagi ASN. Ia menegaskan pelayanan publik harus tetap berjalan dan masyarakat tetap mendapatkan layanan dari pemerintah.
“Jadi WFH belum kami putuskan,” tegasnya.
Benyamin memastikan aktivitas pelayanan publik di lingkungan Pemkot Tangsel tetap berjalan seperti biasa.
“Masih tetap berjalan dan harus terus berjalan,” ujarnya.
Ia mengatakan, pemerintah daerah tidak mungkin membatasi ruang gerak masyarakat dewasa hanya karena kondisi penyebaran abu vulkanik.
Menurutnya, penggunaan masker menjadi salah satu langkah perlindungan saat beraktivitas.
“Kita kan tidak mungkin melarang orang dewasa untuk membatasi ruang geraknya,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Benyamin juga menyampaikan bahwa Pemkot Tangsel telah membagikan masker sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko paparan abu vulkanik.
Selain itu, Pemkot Tangsel mulai menyiapkan pemantauan terhadap dampak abu vulkanik bagi kesehatan warga.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Benyamin meminta data dari puskesmas dan fasilitas kesehatan (faskes) untuk mengetahui kondisi kasus ISPA di Tangsel.
“Bahkan saya ingin menyiagakan nanti, saya ingin dapat data juga dari Puskesmas dan dari faskes kita, ini seberapa besar ISPA-nya,” ungkapnya.
Data tersebut akan menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah dalam menentukan langkah penanganan penyebaran abu vulkanik di Tangerang Selatan.
Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) masih memantau kondisi penyebaran abu vulkanik yang berdampak ke wilayah Tangerang Selatan.
Kondisi tersebut menjadi pertimbangan Pemkot Tangsel untuk memperpanjang pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi para pelajar.
Walikota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan, keputusan menerapkan PJJ diambil setelah pihaknya melakukan rapat bersama Dinas Pendidikan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
“Iya. Kemarin malam kami rapat, Dinas Pendidikan, BPBD dengan kami,” kata Benyamin di DPRD Tangsel, pada Senin (7/9/2026).
Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News

