siarnitas.id – Aroma kegaduhan mulai tercium di tubuh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Kabar mengejutkan datang dari isu mundurnya beberapa orang unsur Badan Pengurus Harian (BPH) KONI Tangsel. Namun, yang lebih mengherankan, Dewan Penasehat KONI mengaku sama sekali tidak mengetahui persoalan serius ini.

Dewan Penasehat KONI Tangsel, Norodom Sukarno mengatakan, hingga saat ini tidak pernah menerima undangan resmi untuk menghadiri rapat pengurus KONI Tangsel.

Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar sekaligus dugaan adanya persoalan internal yang selama ini ditutupi.

Baca Juga : Dewan Penasehat KONI Tangsel: Musorkot Jadi Prioritas Utama

“Apabila, beberapa pengurus yang akan mengundurkan diri berarti ada persoalan di dalam organisasi itu,” katanya saat ditemui di Ciater, Tangsel, ditulis pada kamis (28/8/2025).

“Kalaupun ada dinamika, saya terus terang saja tidak pernah mengetahui, karena sebagai seorang dewan penasehat, saya tidak pernah mendapatkan undangan atau diundang dalam acara rapat rapat koni dalam pengambilan keputusan organisasi,” tambahnya.

Dirinya juga menyayangkan sikap pengurus KONI Tangsel yang dinilai tidak tanggap dalam menyikapi persoalan internal.

“Tentunya kepengurusan ini harus cepat menyikapi dari persoalan persoalan organisasi yang ada beberapa disinyalir akan mengundurkan diri,” jelasnya.

Padahal, agenda besar Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026 yang akan digelar di Tangsel sudah semakin dekat, dan seharusnya seluruh pengurus justru memperkuat soliditas organisasi.

“Sementara persiapan untuk menghadapi Porprov dan Tangerang Selatan sebagai tuan rumah ini harus benar benar dipersiapkan dengan matang, karena kita harus menjadi juara umum dan menjadi tuan rumah Porprov yang akan datang,” imbuhnya.

Situasi ini jelas menjadi pukulan telak bagi tubuh KONI Tangsel yang sedang dipacu untuk bersiap menjadi tuan rumah Porprov 2026.

Baca Juga : Wakil Walikota Pastikan Tak Intervensi Pemilihan Koni Tangsel

Isu pengunduran diri BPH, ditambah Dewan Penasehat yang merasa tidak dilibatkan, semakin memperlihatkan adanya potensi konflik internal yang bisa merugikan kelangsungan organisasi olahraga terbesar di kota ini.

Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News