siarnitas.id – Ketua KONI Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Hamka Handaru secara terbuka mengakui bahwa dana hibah tahun 2025 yang nilainya mencapai Rp25 miliar, hingga kini baru berjalan 50 persen.

“Terealisasi sudah hampir 50 persen lebih lah. Ini kan sudah bulan delapan ya,” katanya usai kegiatan Pemetaan Cabor Porprov di Salah Satu Hotel di Serpong, ditulis pada Kamis (28/8/2025).

Dirinya mengatakan, dari realisasi tersebut, 80 persen porsi anggaran dikucurkan untuk pembinaan para atlet. Namun, Ketua KONI tidak menutup-nutupi bahwa dana yang terserap ke cabang olahraga (cabor) tidak dibagi secara merata.

“Tidak sama pasti, kita kan memberikan ruang seluas luasnya kepada teman teman, untuk bisa kita memberikan kesempatan nih. Lu butuhnya apa, misalnya kalian butuh apa ajukan, kalian mau ikut event apa ajukan proposalnya, kemudian kalian kebutuhan nya adalah alat alat apa ajukan, jadi semuanya sebenarnya untuk kebaikan dan kepentingannya para cabor dan atlet,” ungkapnya.

“Jadi kita tuh memberikan, misalnya mereka mau try in mau ngundang orang datang ke Tangsel kita kasih dukungan, mereka mau try out keluar Tangsel kita kasih dukungan lah dan mulai penginapannya, ongkos uang saku itu dikasih,” tambahnya.

Baca Juga : Dewan Penasehat Akui Tak Dilibatkan, Isu Mundurnya BPH Mencuat, Ada Apa dengan KONI Tangsel?

Menurutnya, setiap cabor memiliki kebutuhan yang berbeda, sehingga alokasi anggaran menyesuaikan dengan skala prioritas yang sudah ditentukan.

“Tangsel ini adalah salah satu Kota yang KONI kotanya yang mengalokasikan hampir presentasinya 20 persen, 80 persen, 80 persen itu untuk pembinaan atlet,” jelasnya.

“Sekretariatan itu hanya 20 persen dari dana yang masuk ke kita ya,” tambahnya.

Selain ke cabor, ia juga mengakui sebagian dana yang sudah terealisasi dipergunakan untuk bidang-bidang lain di internal KONI Tangsel. Hal ini, menurutnya, diperlukan agar organisasi tetap berjalan selaras dengan program yang ada.

“Ada anggaran bidang yang juga sebenarnya untuk cabor, misalnya anggaran mereka tes kesehatan, tes fisik itu kan untuk kegiatan mereka. Mereka nanti ada kegiatan bidang bidang yang langsung menyentuh ke cabor cabor langsung ke buat atlet banyak,” bebernya.

Lebih lanjut, Ketua KONI menegaskan bahwa laporan penggunaan dana hibah selalu dibuat rutin setiap tiga bulan sekali ke Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), serta turut mendapat pengawasan dari Inspektorat.

Baca Juga : Dewan Penasehat KONI Tangsel: Musorkot Jadi Prioritas Utama

“Laporan itu kan gini pemeriksaannya dari Dispora juga ada per tiga bulan rutin, dari Inspektorat juga kita laporkan. Bahkan kalau kegiatan kegiatan besar sebelum kita lakukan, kita konsultasi dulu sama Inspektorat, kita mudah mudahanlah kita transparan, kita akuntabel,” katanya.

Kendati demikian, ia menyebut bahwa bila ada masyarakat yang ingin mengetahui lebih detail soal penggunaan dana hibah, maka harus mengikuti mekanisme resmi yang berlaku.

“Boleh aja, tapi kan nggak semuanya orang yang tidak punya kepentingan bisa nanya (transparansi anggaran) pasti itu ada jalannya ya kan, ada mekanismenya dan yang jelas kita laporkan ini ke dinas terkait itu sudah pasti, sehingga masalah transparan atau tidak, ada di sana kan gitu ya,” pungkasnya.

Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News