Beranda Eksekutif Cara Dinkes Tangsel Tekan Stunting: Holistic, Terintegrasi, dan Berkualitas

Cara Dinkes Tangsel Tekan Stunting: Holistic, Terintegrasi, dan Berkualitas

238
0
Kadis Dinkes Tangsel
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel, Alin Hendalin Mahdaniar dalam acara Bumil Sehat

siarnitas.id – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Alin Hendalin Mahdaniar, menyebut dalam percepatan penurunan stunting harus dilakukan secara holistic, terintegrasi, dan berkualitas lantaran Kota Tangerang Selatan (Tangsel) merupakan Lokus Penurunan Angka Kematian Ibu Dan Kematian Bayi Dan Lokus Penurunan Stunting.

Baca Juga : Dinkes Tangsel Gelar Gerakan Ibu Hamil Sehat Selama Sepekan

“Dalam Percepatan penurunan stunting harus dilakukan secara holistic, terintegrasi, dan berkualitas. Koordinasi dan sinergitas antara Pemerintah Daerah Provinsi, Kab/Kota, Kecamatan, Kelurahan serta PKK dan pemangku kebijakan kepentingan lainnya perlu di perkuat,” kata Kadis Dinkes Tangsel, Alin Hendalin dalam sambutan kegiatan Gerakan Ibu Hamil Sehat. ditulis pada Jumat (23/12/2022).

Ia menambahkan, intervensi penuruan stunting dilakukan baik sebelum dan sesudah kelahiran. Sebelum kelahiran, sekitar 23% anak lahir dengan kondisi stunted, akibat ibu hamil sejak masa remaja kurang gizi dan anemia.

“Setelah kelahiran, stunting meningkat signifikan pada usia 6-23 bulan, akibat kekurangan protein hewani pada makanan pendamping ASI yang mulai diberikan sejak usia 6 bulan,” ujarnya.

Menurutnya, Intervensi Spesifik dan Sensitif diperlukan untuk mengatasi stunting, salah satunya dengan pemeriksaan kehamilan sesuai dengan standart.

“Dimana selama masa kehamilan ibu melakukan pemeriksaan kehamilan dengan tenaga kesehatan dan di fasilitas kesehatan minimal 6 kali (1 kali di trimester pertama, 2 kali di trimester kedua dan 3 kali di trimester ketiga) serta mendapatkan dua kali pemeriksaan oleh dokter dan USG dasar terbatas,” ungkap Alin.

Selama masa kehamilan, ibu hamil wajib mengkonsumsi 90 tablet tambah darah setiap hari selama masa kehamilan dan ibu hamil kurang energi kronis (KEK) mendapatkan tambahan asupan gizi.

“Meskipun Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi di Kota Tangerang Selatan terus menurun, tetapi tentu kita berharap bisa semakin menurun dengan koordinasi dan kerjasama dengan lintas sector,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar kegiatan Gerakan Ibu Hamil Sehat di Puskesmas Pondok Jagung, Serpong Utara, Tangsel. Kamis (22/12/2022).

Baca Juga : Dinkes Tangsel Terus Gencarkan Program Gerakan Aksi Bergizi Minum Tablet Tambah Darah

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Alin Hendalin Mahdaniar mengatakan gerakan ini untuk meningkatkan pemeriksaan dan pengetahuan ibu hamil untuk meningkatkan kesehatan selama kehamilan.

Menurutnya, pihaknya telah melakukan upaya dalam menurunkan kematian ibu dan bayi, diantaranya Pelaksanaan kelas ibu hamil terjadwal dan Ngider Sehat Bidan untuk menjangkau semua ibu hamil resiko tinggi dan bayi balita resiko tinggi.

“Meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan, penguatan fasilitas kesehatan dan jaringannya, penguatan manajemen program dan sistem rujukannya, meningkatkan peran serta masyarakat, kerjasama dan kemitraan,” kata Alin dalam sambutannya.

Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News

(bam)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini