Siarnitas.id – Pengoperasian bus sekolah gratis di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tidak dilakukan secara sembarangan.

Dinas Perhubungan (Dishub) Tangsel memiliki sejumlah pertimbangan teknis sebelum menentukan rute dan titik pelayanan bagi para pelajar.

Kepala Seksi Angkutan Dishub Tangsel, Galang Andika, menjelaskan masih ada sejumlah wilayah atau sekolah yang belum terjangkau layanan bus sekolah gratis.

Kondisi tersebut bukan tanpa alasan, melainkan karena Dishub harus memperhatikan berbagai faktor agar layanan transportasi pelajar tetap berjalan aman dan efektif.

Galang mengatakan, salah satu pertimbangan utama adalah kondisi dan lebar jalan yang akan dilalui armada bus sekolah.

Saat ini, Dishub Tangsel masih menggunakan bus berukuran sedang atau medium bus sehingga tidak semua ruas jalan dapat dilintasi.

“Penentuan rute itu ada beberapa faktor yang kami pertimbangkan. Yang pertama adalah ROW jalan, karena sementara ini kami menggunakan medium bus. Jadi lebar jalannya kami perhatikan agar tidak mengganggu pengguna jalan lain atau menambah kemacetan,” kata Galang di kantornya, ditulis pada Senin (22/6/2026).

BACA JUGA :  26 Juta Batang Rokok Ilegal Dimusnahkan, Bea Cukai Banten Bongkar Peredaran Gelap

Selain faktor infrastruktur jalan, Dishub juga mempertimbangkan keberadaan angkutan perkotaan yang telah lebih dulu melayani masyarakat.

Menurutnya, sejumlah rute bus sekolah berpotensi beririsan dengan trayek angkutan umum sehingga perlu dilakukan pengkajian agar tidak menimbulkan dampak ekonomi bagi pengemudi angkutan kota.

“Ada beberapa rute yang beririsan dengan angkutan perkotaan dan itu menjadi pertimbangan kami agar seluruh stakeholder transportasi bisa berjalan sehat. Mereka tetap bisa mencari penumpang dan tidak mengalami penurunan pendapatan karena adanya bus sekolah,” ujarnya.

Tak hanya itu, jarak tempuh siswa dari rumah menuju sekolah juga menjadi salah satu dasar dalam penyusunan rute.

Dishub berupaya memastikan layanan bus sekolah dimanfaatkan oleh pelajar yang memang membutuhkan akses transportasi dengan jarak perjalanan yang sesuai.

BACA JUGA :  Siaga Mudik Lebaran 2026, Dinkes Tangsel Kerahkan 540 Nakes dan 84 Ambulans, Layanan Kesehatan Tetap Jalan!

“Pertimbangan terakhir adalah jarak tempuh siswa dari rumah ke sekolah. Jadi jaraknya tidak terlalu dekat dan tidak terlalu jauh. Kami juga menyesuaikan dengan jumlah armada serta petunjuk teknis yang diatur oleh Kementerian Perhubungan,” jelasnya.

Dengan berbagai pertimbangan tersebut, Dishub Tangsel terus melakukan evaluasi dan pemetaan kebutuhan transportasi pelajar.

Langkah ini dilakukan agar layanan bus sekolah gratis dapat memberikan manfaat maksimal bagi siswa tanpa mengganggu kelancaran lalu lintas maupun operasional angkutan umum yang sudah ada.

Sebelumnya diberitakan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) berencana menambah sejumlah titik jemput bus sekolah gratis menjelang dimulainya tahun ajaran baru 2026.

Langkah ini dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan siswa sekaligus mengoptimalkan layanan transportasi gratis bagi pelajar di Tangsel.

BACA JUGA :  Bawaslu Depok Gelar Pelatihan Daring Penegakan Disiplin

Kepala Seksi Angkutan Dishub Tangsel, Galang Andika, mengatakan penyesuaian rute dan titik pemberhentian menjadi hal yang rutin dilakukan setiap tahun karena adanya perubahan data siswa yang menggunakan layanan bus sekolah.

“Dikarenakan siswa pasti ada yang masuk dan ada yang sudah lulus. Otomatis titik-titik henti atau bus stop pasti akan berubah. Misalnya sebelumnya berada di halte A, ternyata siswa yang menggunakan sudah lulus dan digantikan siswa baru yang berada di halte C. Karena itu kami melakukan penyesuaian sesuai Perwal Nomor 40 Tahun 2023 tentang Angkutan Sekolah Gratis,” kata Galang dikantornya, ditulis pada Senin (22/6/2026).

Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News