Siarnitas.id – Sejumlah BUMN sektor transportasi resmi memberlakukan Program Diskon Tiket Transportasi untuk periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Potongan tarif yang diberikan bervariasi, mulai dari 13 persen hingga 30 persen.

Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari SKB Empat Menteri/Kepala Badan yang ditandatangani pada 28 Oktober 2025.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyebut pihaknya langsung mengeksekusi kebijakan tersebut dengan memberikan potongan 30 persen untuk perjalanan kereta api pada 22 Desember 2025–10 Januari 2026.

“Diskon 30 persen berlaku untuk perjalanan kereta kelas ekonomi komersial selama masa Libur Nataru, mencakup 156 KA Reguler dan 26 KA Tambahan, dengan total kuota 1.509.080 pelanggan,” kata Bobby di Jakarta, ditulis pada Senin (24/11/2025).

Ia menilai program ini membuka lebih banyak kesempatan bepergian bagi masyarakat dan memperkuat konektivitas antarkota saat mobilitas sedang tinggi.

BACA JUGA :  Menkeu Purbaya Targetkan Pertumbuhan Ekonomi RI 6 Persen pada 2026

KAI juga telah memperkuat aspek operasional, mulai dari pemeriksaan jalur dan jembatan di 562 petak jalan hingga peningkatan prasarana seperti penggantian wesel, rel, bantalan, balas, dan pekerjaan thermit.

PT Pelni (Persero) turut memberikan diskon bagi penumpang kapal kelas ekonomi di seluruh rute.

Sekretaris Perusahaan PT Pelni, Evan Eryanto, mengatakan masyarakat sudah dapat membeli tiket diskon mulai Jumat (21/11/2025) pukul 12.00 WIB untuk perjalanan 17 Desember 2025–10 Januari 2026.

“Berlaku untuk seluruh tujuan atau pelabuhan yang disinggahi kapal penumpang menggunakan kelas ekonomi,” kata Evan.

Pelni memberikan diskon 20 persen dari tarif dasar. Setelah ditambah asuransi dan pass pelabuhan, potongan setara 16–18 persen.

Tiket diskon hanya berlaku untuk kelas ekonomi dan tersedia di semua kanal penjualan Pelni. Stimulus ini ditargetkan menjangkau 405.881 penumpang selama periode Nataru.

BACA JUGA :  IKADIN dan Universitas Sahid Jakarta Sepakat MoU Pendidikan Profesi Advokat

Evan menambahkan, tingginya minat masyarakat bisa membuat tiket diskon habis sebelum 10 Januari 2026.

“Apalagi saluran penjualan digital sudah sangat mudah dijangkau, baik melalui aplikasi PELNI Mobile maupun aplikasi perbankan Himbara,” jelasnya.

PT ASDP Ferry juga menerapkan kebijakan serupa. Direktur Utama ASDP Heru Widodo menyatakan perseroan memberikan diskon hingga 19 persen bagi sekitar 227 ribu penumpang dan 491 ribu kendaraan sepanjang 22 Desember 2025–10 Januari 2026.

“Melalui stimulus tarif ini, kami berkontribusi memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong aktivitas ekonomi dan wisata,” kata Heru.

Dari sektor udara, Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Glenny Kairupan menegaskan tarif tiket domestik kelas ekonomi diturunkan, sementara kapasitas penerbangan ditambah.

“Potongan harga tiket pesawat berkisar 13–14 persen dari harga normal,” kata Glenny di Jakarta, ditulis Senin (24/11/2025).

Potongan berlaku untuk penerbangan 22 Desember 2025–10 Januari 2026, dengan periode pembelian mulai 22 Oktober 2025.

BACA JUGA :  Airin Rachmi Diany Hadiri Festival Taman Bacaan di Teras Kota BSD

Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah MTI Pusat, Djoko Setijowarno, mengapresiasi langkah Pemerintah dan BUMN ini.

Ia berharap kebijakan tersebut meningkatkan mobilitas masyarakat, terutama menuju wilayah di luar Jawa.

“Terpenting, orang sudah naik kereta, kapal, atau pesawat, berarti harus ada angkutan penyambungnya. Dari bandara, stasiun, atau pelabuhan ke pusat kota harus disediakan. Lebih bagus lagi kalau ke tempat-tempat wisata juga disiapkan. Jangan diam saja,” katanya.

Menurut Djoko, selama ini masyarakat sering mengandalkan transportasi online karena minimnya angkutan umum di daerah.

Padahal, saat libur Nataru, kegiatan masyarakat bukan hanya ibadah atau berkumpul keluarga, tetapi juga berwisata. Pergerakan ini, katanya, akan menggerakkan ekonomi daerah.

Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News