siarnitas.id – Banjir masih mengepung Perumahan Periuk Damai RW 08, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Banten, hingga Selasa (27/1/2026). Genangan air yang telah bertahan sejak Jumat itu membuat aktivitas warga nyaris lumpuh total dan memaksa ratusan keluarga bertahan dalam kondisi serba terbatas.

Ketua RW 08 Periuk Damai, Heri, mengatakan air banjir hingga kini belum sepenuhnya surut meski sudah beberapa hari menggenangi kawasan permukiman padat penduduk tersebut.

“Banjir mulai sejak Jumat dan sampai sekarang air masih ada,” kata Heri kepada awak media.

Menurut Heri, dampak banjir kali ini terbilang besar. Sedikitnya 860 kepala keluarga terdampak, dengan jumlah rumah yang masih terendam mencapai sekitar 250 unit.

BACA JUGA :  Pemkot Tangsel Beri Beasiswa dan Pendidikan S1 Bagi 95 Guru PAUD

“Kepala keluarga yang kena sekitar 860, rumah kurang lebih 250,” jelasnya.

Ia menjelaskan, saat banjir pertama kali datang, tinggi muka air mencapai level yang mengkhawatirkan, yakni sekitar empat setengah meter.

Kondisi tersebut membuat banyak warga tidak sempat menyelamatkan barang berharga.

“Awalnya kurang lebih empat meter setengah, sekarang sudah berkurang sekitar lima puluh persen,” kata Heri.

Meski volume air mulai menyusut, genangan masih bertahan di sejumlah rumah dan jalan lingkungan, sehingga warga belum bisa kembali beraktivitas secara normal.

Akibat kondisi tersebut, warga terdampak memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman. Masjid menjadi lokasi pengungsian utama, sementara sebagian warga lainnya menumpang di rumah kerabat atau menyewa tempat tinggal sementara.

BACA JUGA :  Dinas SDABMBK Tangsel Tertibkan Kabel Semrawut di Ciputat

“Titik pengungsian utama di masjid. Sebagian warga ke rumah saudara, ada juga yang sewa tempat,” imbuhnya.

Hingga saat ini, warga Periuk Damai berharap adanya penanganan lanjutan dan solusi cepat agar banjir segera surut sepenuhnya, sehingga kehidupan masyarakat dapat kembali berjalan normal.

Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News