Siarnitas.id – Dampak musim kemarau mulai dirasakan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Sebanyak 147 kepala keluarga (KK) di enam RT, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu kini terdampak kekeringan dan menjadi perhatian Pemerintah Kota Tangerang Selatan.
Kondisi tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Tangerang Selatan yang digelar di salah satu hotel kawasan Serpong, Selasa (21/7/2026).
Rapat dihadiri Walikota Tangerang Selatan Benyamin Davnie, Wakil Walikota Pilar Saga Ichsan, Sekretaris Daerah Bambang Noertjahjo, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Polres Tangerang Selatan, Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan, BNN Kota Tangerang Selatan, Kodiklat 05/06 Tangerang, serta unsur keagamaan.
Benyamin mengatakan, secara umum situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Tangerang Selatan masih kondusif. Meski begitu, persoalan kekeringan di sejumlah wilayah menjadi salah satu perhatian yang dibahas dalam rapat tersebut.
“Situasi Kamtibmas di Tangerang Selatan sangat kondusif. Ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan atau ATHG dari bidang Ipoleksosbudhankam agama di Tangerang Selatan relatif sangat kecil sekali, tidak ada yang sampai mengganggu kehidupan sosial dan kehidupan ekonomi masyarakat di Tangerang Selatan ini. Walaupun ada beberapa kasus-kasus, pencurian motor, kemudian juga yang sedang dialami kekeringan di beberapa wilayah, itu tadi sudah dibahas dan kita sudah diskusikan,” kata Benyamin.
Menurut Benyamin, saat ini terdapat 147 KK di enam RT Kelurahan Keranggan yang terdampak kekeringan. Untuk memenuhi kebutuhan warga, Pemkot Tangsel telah menyalurkan puluhan ribu liter air bersih.
“Ada 147 KK di 6 RT di Kelurahan Keranggan yang sekarang terdampak kekeringan. Kita sudah distribusikan sampai dengan kemarin itu kurang lebih 50.000 liter air bersih, dan kalau diperlukan ini masih akan terus kita tambah,” ungkapnya.
Selain distribusi air bersih, Pemkot Tangsel juga menyiapkan solusi jangka menengah melalui pembangunan sumur air dalam yang dilengkapi toren berkapasitas besar.
“Solusi jangka menengahnya, saya akan membangun sumur air dalam dengan toren yang besar seperti yang kita bangun di Perumahan Pesona Serpong,” jelasnya.
Benyamin mengatakan, Pemkot Tangsel juga akan berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau perkembangan musim kemarau, serta dengan Bendungan Katulampa di Bogor guna mengetahui kondisi debit air yang berpengaruh terhadap pasokan air di wilayah Tangerang Selatan.
“Kita harus tahu jadwal musim panas ini sampai kapan secara umum. Yang kedua dengan Bendungan Katulampa di Bogor, seperti apa soal surutnya debit air, volume air di Sungai Cisadane, karena ini juga tentu berpengaruh kepada masyarakat Tangerang Selatan,” imbuhnya.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan akan terus memperbarui data di lapangan agar penanganan dampak kekeringan dapat dilakukan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News


