siarnitas.id – Di tengah kondisi darurat sampah yang terus menghantui Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Gubernur Banten Andra Soni mengambil langkah nyata dan cepat. Ia memberikan bantuan toren Pupuk Organik Cair (POC) dan Biogas yang mampu mengolah hingga 100 kilogram sampah organik rumah tangga per hari, sekaligus menghasilkan biogas untuk memasak selama 30 hingga 60 menit setiap hari.

Bantuan ini menjadi solusi jangka pendek yang konkret untuk menekan timbunan sampah organik langsung dari sumbernya, sembari menunggu beroperasinya sistem Aglomerasi Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di wilayah tersebut.

Inisiator Toren POC dan Biogas sekaligus Ketua Banksasuci Foundation, Ade Yunus, mengungkapkan bahwa bantuan tersebut murni berasal dari dana pribadi Gubernur Banten, tanpa menggunakan anggaran daerah.

BACA JUGA :  Pemkot Tangsel Bakal Bedah 500 Rumah Tidak Layak Huni

“Pak Gubernur Andra memiliki perhatian serius terhadap persoalan Sampah di Tangsel, sambil menunggu Aglomerasi PSEL beroperasi, beliau ingin langkah konkret jangka pendek dalam mengurangi sampah dari sumber,” kata Ade, dikutip Senin, (19/01/2026).

Tak berhenti pada penyediaan fasilitas, Ade menambahkan bahwa Gubernur Andra juga menginstruksikan agar Banksasuci Foundation melakukan pendampingan dan edukasi berkelanjutan kepada masyarakat. Tujuannya agar pengelolaan sampah dimulai dari rumah, sehingga hanya residu akhir yang dibuang ke TPS maupun TPA.

“Kalau sekedar alat siapapun bisa buat, tantangannya justru pada pendampingan dan edukasi kepada masyarakat dalam mengelola sampah dari rumah, Insya Alloh melalui pendampingan secara berkelanjutan semangat zero waste dapat terwujud,” jelasnya.

BACA JUGA :  73 Tahun Bakti Polda Metro Jaya, Polres Tangsel Gelar Syukuran Bersama Rekan Wartawan

Respons positif pun datang dari pengelola bank sampah setempat. Ketua Bank Sampah The High Jaya Serpong, Kecamatan Serpong, Kota Tangsel, Anita Yuliana, menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian dan dukungan langsung dari Gubernur Banten.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur atas bantuan yang diberikan, Bank Sampah kami tetap berjalan ditengah darurat sampah meskipun dalam keterbatasan, namun dengan dukungan dari Pak Gubernur melalui fasilitas dan pendampingan kami kembali bersemangat,” ujarnya.

Anita mengakui bahwa pengelolaan sampah organik masih menjadi tantangan terbesar di wilayahnya. Upaya sebelumnya melalui budidaya maggot belum membuahkan hasil maksimal karena membutuhkan ketekunan dan keuletan tinggi.

“Kita pernah budidaya maggot tapi butuh ketekunan dan keuletan khusus, gak gampang, mudah-mudah dengan adanya fasilitas toren POC ini dapat menyelesaikan pengolahan sampah organik, di komplek kami,” pungkasnya.

BACA JUGA :  Tahun 2024, Program 'Tangsel Terang' Targetkan 3.000 Titik, Benyamin: Bisa Dilanjutkan ke Depan

Langkah Gubernur Banten ini dinilai sebagai contoh kepemimpinan responsif dalam menghadapi persoalan lingkungan, sekaligus mendorong gerakan pengelolaan sampah berbasis komunitas menuju zero waste di Tangerang Selatan.

Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News