Siarnitas.id – Semangat Hari Pahlawan ke-80 tahun 2025 menjadi momentum refleksi mendalam bagi seluruh masyarakat, khususnya generasi muda di Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Walikota Tangsel, Benyamin Davnie, menyerukan pesan kuat tentang arti perjuangan masa kini yang tak lagi mengangkat senjata, melainkan melawan tantangan zaman seperti kemiskinan, kebodohan, dan lunturnya nilai-nilai kebangsaan.

Pesan itu disampaikan Benyamin usai memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan ke-80 tingkat Kota Tangsel yang digelar di Taman Makam Pahlawan Nasional Seribu, Kecamatan Setu, pada Senin (10/11/2025).

Dengan khidmat, Benyamin mengajak masyarakat untuk meneladani semangat para pejuang, bukan hanya dalam bentuk seremonial, tetapi juga dalam tindakan nyata.

“Perjuangan itu prinsip dasarnya sama. Kalau dulu melawan penjajahan, sekarang perlawanannya dalam bentuk pembangunan melawan kemiskinan, kebodohan, serta kejahatan-kejahatan yang mengganggu rasa nyaman dan tertib di masyarakat,” kata Benyamin.

BACA JUGA :  Pelaku Pemerkosa Bocah 9 Tahun di Ciputat Akhirnya Ditangkap Polisi

Ia menegaskan, semangat nasionalisme saat ini perlu terus dipupuk, terutama di tengah derasnya arus modernisasi dan budaya global yang berpotensi mengikis jati diri bangsa. Menurutnya, nilai-nilai Pancasila harus menjadi pedoman hidup, bukan sekadar hafalan semata.

“Kalau ngapalin Pancasila gampang, satu sampai lima. Tapi nilai-nilainya Pancasila nya, ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, itu yang harus jadi sikap hidup masyarakat, terlebih birokrasi. Itu tidak boleh luntur dan tidak boleh dilupakan,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Benyamin juga berpesan secara khusus kepada generasi muda Tangsel agar terus memperkuat karakter dan fokus pada pendidikan. Ia mengingatkan bahwa masa depan bangsa ada di tangan mereka.

“Jauhi narkoba, jauhi tawuran, jauhi kebodohan. Tugas mereka (pemuda) itu belajar dan menuntut ilmu, baik di sekolah maupun di luar sekolah. Karena bangsa ini menunggu mereka untuk memimpin, dalam skala apapun. Tapi bagaimana mau memimpin kalau ilmunya tidak dikuasai?” pesannya penuh makna.

BACA JUGA :  Kinerja Jasa Kontruksi Baik, Pemkot Tangsel Raih Penghargaan dari Kementerian PU

Momentum Hari Pahlawan ini, lanjut Benyamin, harus menjadi pengingat bahwa perjuangan belum selesai. Semangat gotong royong, nasionalisme, dan nilai-nilai Pancasila harus terus dijaga agar Tangsel, dan Indonesia pada umumnya, tetap kuat menghadapi tantangan zaman.

Dengan penuh optimisme, Wali Kota menutup pesannya dengan ajakan agar seluruh elemen masyarakat Tangsel menjadikan Hari Pahlawan bukan hanya upacara tahunan, melainkan momentum kebangkitan karakter bangsa yang berlandaskan nilai luhur para pendiri negara.

Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News