siarnitas.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimta) terus menunjukkan komitmennya dalam memperbaiki kualitas lingkungan permukiman warga.

Salah satu buktinya terlihat dari penyelesaian pekerjaan Penanganan Kawasan Kumuh di Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat, yang kini telah rampung dengan hasil nyata dan manfaat langsung bagi masyarakat.

Kepala Dinas Perkimta Kota Tangsel, Aries Kurniawan, menjelaskan bahwa penyesuaian pekerjaan dilakukan atas dasar kebutuhan nyata di lapangan.

Dari hasil musyawarah bersama warga penerima manfaat, penyedia jasa, konsultan, dan perangkat wilayah, disepakati bahwa pembangunan difokuskan pada drainase lingkungan dan jalan paving block.

“Awalnya dalam perencanaan terdapat beberapa item seperti gazebo, vertical garden, dan gapura. Namun setelah dilakukan musyawarah dengan warga, disepakati bahwa ketiga item itu dialihkan untuk penambahan pekerjaan drainase lingkungan. Itu merupakan usulan dari warga,” ujar Aries, ditulis Kamis (6/11/2025).

Menurut Aries, kondisi di lingkungan RT 07/RW 04 sebelumnya kerap tergenang air ketika hujan. Karena itu, drainase menjadi kebutuhan paling mendesak yang harus segera ditangani. Kesepakatan pengalihan pekerjaan tersebut telah dituangkan dalam Berita Acara Kesepakatan Bersama tanggal 20 Juni 2025, dan diperkuat melalui adendum kontrak tertanggal 25 Juni 2025, sesuai dengan ketentuan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah.

BACA JUGA :  Walikota Tangerang Selatan Lantik Puluhan Pejabat

Pekerjaan dilaksanakan selama 120 hari kalender, terhitung sejak 5 Juni hingga 2 Oktober 2025. Adapun pelaksana pekerjaan dilakukan oleh CV. ADRISTA HUTAMA Putra selaku penyedia jasa, dan CV. BALABEJA KENCANA sebagai konsultan pengawas.

Dari sisi teknis, terjadi peningkatan signifikan pada pembangunan drainase, yakni dari 422 meter menjadi 645,5 meter menggunakan pracetak u-ditch ukuran 30×40 cm. Sementara itu, jalan lingkungan berhasil direalisasikan sepanjang 1.313 meter.

Untuk mengoptimalkan hasil, Disperkimta juga menambah pekerjaan di APBD Perubahan (APBD-P) Tahun Anggaran 2025, yang kini seluruhnya telah rampung.

“Penyelesaian ini sepenuhnya hasil kesepakatan dengan masyarakat, karena mereka menganggap manfaat drainase dan jalan lebih terasa dibanding gapura, gazebo, dan vertical garden. Prinsip kami, pembangunan harus memberikan manfaat langsung dan nyata,” ungkap Aries.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh tahapan pekerjaan dilakukan secara transparan, terdokumentasi, dan partisipatif, melibatkan masyarakat sejak tahap perencanaan hingga serah terima.

“Setiap perubahan atau keputusan di lapangan selalu kami dasarkan pada kebutuhan masyarakat dan dituangkan secara resmi dalam berita acara. Tidak ada yang ditutup-tutupi,” tandasnya.

Selain drainase dan jalan lingkungan, Disperkimta Tangsel juga telah menyelesaikan pemasangan 20 unit Penerangan Jalan Umum (PJU) yang tersebar di RT 02 dan RT 07 RW 04, menambah rasa aman bagi warga saat beraktivitas malam hari.

BACA JUGA :  Majalengka Anggarkan 1M Lebih Untuk Dana Bantuan Parpol

Sementara itu, pembangunan sumur resapan di RT 02/RW 04 tidak dilanjutkan setelah hasil kajian teknis menunjukkan bahwa pada kedalaman satu meter tanah sudah mengeluarkan air, sehingga dinilai tidak memenuhi syarat teknis.

Adapun untuk pengadaan tempat sampah dan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), Aries menjelaskan bahwa kedua item tersebut tidak dapat dimasukkan ke dalam paket pekerjaan fisik sesuai rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Barang yang akan diserahkan kepada masyarakat tidak diperkenankan menjadi bagian dari paket pekerjaan konstruksi.

“Seluruh pekerjaan dilakukan sesuai aturan pengadaan barang dan jasa, serta disesuaikan dengan kondisi teknis di lapangan. Prinsip kami adalah pembangunan harus bermanfaat langsung bagi masyarakat dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Aries menambahkan.

Dinas Perkimta memastikan seluruh proses penataan kawasan kumuh di Serua terdokumentasi secara akuntabel dan transparan, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan akhir.

Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus mendukung upaya Pemerintah Kota Tangsel dalam mengurangi kawasan kumuh secara berkelanjutan.

Menanggapi keberhasilan program ini, Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Reza menyampaikan apresiasinya. Ia menyebut pengalihan pekerjaan sudah melalui musyawarah dan membawa manfaat besar bagi warga.

BACA JUGA :  Pilkada 2024, Pasangan Petahana Ben-Pilar Bakal Hadiri Pengundian Nomor Urut Cawalkot-Cawawalkot di KPU Tangsel

“Pengalihan pekerjaan memang sudah disepakati semua pihak, terutama warga. Alhamdulillah, warga mengapresiasi karena adanya pekerjaan drainase menjadikan genangan air sudah tidak ada dan jalan lebih rapi dan bagus. Jadi pengalihan pekerjaan ini malah manfaatnya besar untuk masyarakat, warga senang,” tandas Reza.

Hal senada diungkapkan Ketua RT 07/RW 04, Edi Supriadi, yang menyebut seluruh pekerjaan sudah rampung dan manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.

“Pekerjaan sudah selesai, dan warga sangat merasakan manfaatnya,” ujarnya.

Sementara Ketua RT 02/RW 04, Dede Sriharyati, juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kota Tangsel.

“Terima kasih kepada Pak Wali Kota yang sudah memperhatikan kawasan kumuh, sudah menjadikan kawasan ini lebih baik. Warga RT 02 juga mengapresiasi positif dengan perbaikan jalan serta drainase. Terutama jalan, karena jalan kami ini dilalui puluhan kendaraan setiap harinya. Jalan yang rusak, sekarang sudah normal dan nyaman dilalui kendaraan. Terima kasih!” tuturnya penuh syukur.

Dengan rampungnya pekerjaan penataan kawasan kumuh di Serua ini, wajah lingkungan kini tampak lebih tertata, bersih, dan nyaman. Warga pun semakin yakin bahwa pembangunan di Tangsel benar-benar berpihak pada kebutuhan masyarakat dan menghadirkan manfaat nyata di lapangan.

Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News