siarnitas.id – Volume sampah di Kabupaten Tangerang kini mencapai angka fantastis, sekitar 2.700 ton per hari, memicu upaya serius pemerintah daerah untuk mencari solusi jangka panjang.
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, mengungkapkan rencananya untuk merangkul Pemerintah Kota Tangerang Selatan dan Kota Tangerang dalam kolaborasi pengelolaan sampah secara regional.
“Kebutuhan minimal PSEL itu sekitar 1.000 ton sampah per hari. Sementara di Kabupaten Tangerang saat ini sudah mencapai kurang lebih 2.700 ton per hari. Bahkan ke depan akan ada kolaborasi dengan Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan,” kata Maesyal dikutip, Selasa (6/1/2026).
Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) di TPA Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, diharapkan menjadi solusi pengelolaan sampah berkelanjutan sekaligus menghasilkan listrik ramah lingkungan.
“Harapan kami, pengolahan sampah menjadi tenaga listrik ini dapat berjalan tertib, optimal, dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat serta lingkungan,” tegas Maesyal.
Saat ini, progres pematangan dan pemadatan lahan TPA Jatiwaringin sudah mencapai 95 persen, hanya tersisa tahap penyelesaian akhir.
Meski proses finishing sempat terkendala faktor cuaca musim hujan, Maesyal tetap mengapresiasi langkah Dinas Lingkungan Hidup.
“Memang ada sedikit kendala karena faktor cuaca. Meski begitu, kami melihat upaya yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup sudah sangat baik, termasuk penutupan gunungan dan timbunan sampah menggunakan geomembran. Ini merupakan langkah positif dalam pengelolaan TPA,” jelasnya.
PSEL yang dibangun di TPA Jatiwaringin diharapkan menjadi solusi strategis dan inovatif untuk mengatasi gunungan sampah di Tangerang Raya, sekaligus menyediakan energi listrik yang ramah lingkungan untuk masyarakat.
Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News

