siarnitas.id – Meski hingga awal Februari 2026 belum ditemukan kasus Virus Nipah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), kewaspadaan justru diperketat. Dinas Kesehatan (Dinkes) Tangsel mengambil langkah antisipatif dengan meningkatkan pengawasan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan untuk mencegah potensi penyebaran virus mematikan tersebut.

Kepala Dinkes Kota Tangsel, Allin Hendalin Mahdaniar, memastikan bahwa sampai dengan 3 Februari 2026 belum ada laporan pasien terkonfirmasi Virus Nipah.

Namun, menurutnya, kesiapsiagaan tidak boleh mengendur mengingat karakter virus yang tergolong berbahaya.

“Sampai dengan 3 Februari 2026 Dinas Kesehatan belum terdapat laporan kasus Virus Nipah di Kota Tangerang Selatan. Meski demikian, kewaspadaan terus ditingkatkan,” kata Allin dalam keterangannya, dikutip Kamis (5/2/2026).

BACA JUGA :  Basmi TBC, Dinkes Tangsel Bentuk Duta TBC Disetiap RW

Allin menegaskan, seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah Tangsel telah disiagakan untuk mendeteksi dan menangani pasien dengan dugaan Virus Nipah.

Jika ditemukan kasus yang memerlukan penanganan lanjutan, mekanisme rujukan telah disiapkan sesuai standar nasional.

“Apabila diperlukan penanganan lanjutan, pasien akan dirujuk ke Rumah Sakit Rujukan Penyakit Infeksi Emerging yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Allin menjelaskan bahwa Virus Nipah merupakan penyakit zoonotik emerging yang penularannya berasal dari hewan ke manusia. Kelelawar buah diketahui sebagai reservoir alami virus ini.

Penularan dapat terjadi melalui kontak langsung dengan hewan terinfeksi, perantara hewan seperti babi, konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, hingga kontak erat antar manusia.

BACA JUGA :  Wow! Penyakit HIV AIDS di Kota Tangsel Didominasi Usia Produktif

Virus ini dikenal memiliki tingkat fatalitas tinggi, dengan angka kematian berkisar antara 40 hingga 75 persen.

Gejala yang muncul pun tergolong serius, mulai dari demam tinggi di atas 38 derajat Celsius, sakit kepala, batuk, sesak napas, muntah, kejang, penurunan kesadaran, hingga gangguan sistem saraf.

“Masa inkubasi Virus Nipah berkisar antara 3 hingga 14 hari, dan dalam beberapa kasus dapat mencapai 45 hari,” jelasnya.

Sebagai langkah pencegahan, Dinkes Tangsel mengimbau masyarakat untuk konsisten menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Edukasi ini dinilai penting untuk memutus potensi rantai penularan sejak dini.

“Seperti tidak mengonsumsi nira mentah, mencuci dan mengupas buah sebelum dikonsumsi, menghindari kontak dengan hewan berisiko, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada virus Nipah,” pungkasnya.

BACA JUGA :  Peduli Laut Indonesia, Firda Athira Foundation Bagi Buku ke Anak-Anak Nelayan

Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News