siarnitas.id – Wakil Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Pilar Saga Ichsan turun langsung meninjau lokasi kebakaran Gudang Pestisida di kawasan Taman Tekno, Kamis (12/2/2026). Kebakaran tersebut memicu kekhawatiran serius terhadap pencemaran udara dan air sungai, serta ancaman bagi ekosistem di sekitarnya.

Dalam peninjauan itu, Pilar Saga Ichsan didampingi unsur Forkopimda, BPBD, dinas terkait, DPRD Tangsel, hingga pegiat lingkungan hidup.

Tidak hanya mengecek lokasi kebakaran, rombongan juga menyusuri aliran sungai yang diduga terdampak limpasan dan residu bahan kimia berbahaya.

Pilar menegaskan, langkah cepat dan terukur harus segera dilakukan agar residu kebakaran tidak semakin membahayakan masyarakat.

“Alhamdulillah hari ini kami Pemerintah Kota Tangerang Selatan didukung Forkopimda dari TNI, Polri, DPRD, unsur vertikal, aliansi lingkungan hidup, serta pihak Taman Tekno, bersama-sama meninjau langsung lokasi kebakaran gudang kimia atau pestisida yang terjadi beberapa hari lalu,” kata Pilar Saga Ichsan.

BACA JUGA :  Universal 2026 Dibuka! SMP Islam Al-Azhar BSD Gaungkan “Dive Into Action, Save The Ocean”

Ia menekankan bahwa sisa residu kebakaran wajib segera diangkut dan diolah di fasilitas pengolahan limbah B3, agar tidak menguap ke udara maupun mencemari lingkungan.

“Kesimpulan kami, sisa-sisa residu kebakaran ini harus segera diangkut dan diolah di tempat pengolahan limbah B3. Jangan sampai residu dari limbah pestisida cair yang terbakar ini menguap dan partikel mikronya terhirup masyarakat,” tegasnya.

Menurut Pilar, koordinasi telah dilakukan dengan Polres Tangerang Selatan atas izin Walikota Tangsel untuk segera melakukan pembersihan total di lokasi kebakaran. Langkah ini dinilai krusial, terutama untuk mengantisipasi hujan yang berpotensi menyeret limbah ke sungai.

Selain itu, Pemkot Tangsel juga melakukan tindakan darurat di aliran sungai Jaletreng, yang menjadi titik pembuangan air dari kawasan terdampak.

BACA JUGA :  Begini Penjelasan Pembentukan UPT Disperkimta Tangsel

“Kami bersama BPBD dan dinas terkait melakukan langkah cepat menggunakan karbon aktif, agar senyawa kimia bisa terikat sebagai penanganan awal. Sambil itu, kami juga berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk langkah lanjutan,” jelas Pilar.

Ia menegaskan, penanganan pencemaran ini tidak bersifat sementara, melainkan akan dilakukan secara bertahap hingga kualitas lingkungan benar-benar pulih.

“Ini bukan langkah pertama dan bukan yang terakhir. Kami akan lakukan secara bertahap agar kualitas air dan lingkungan hidup kita semakin baik,” ujarnya.

Pilar juga mengungkapkan bahwa sebelumnya ditemukan ikan mati akibat paparan racun pestisida saat kebakaran. Namun hasil pengecekan terbaru menunjukkan kondisi layanan air bersih masih aman.

BACA JUGA :  Kesiapan Pelaksanaan Pemilu 2024 di Tangsel, Benyamin: Semua Sudah Siap

“Kami sudah cek air sungai dan layanan SPAM TKR, SPAM Alam Sutera, serta SPAM Tangerang Kota. Alhamdulillah tidak terganggu dan saat ini berjalan normal,” kata Pilar.

Meski demikian, Pemkot Tangsel memastikan pemantauan tetap berlanjut. Ke depan, pemerintah juga merencanakan penebaran kembali bibit ikan sebagai upaya pemulihan ekosistem sungai.

“Setelah normalisasi air, ada ide dari DPRD untuk penebaran bibit ikan agar sungai kembali asri dan ekologinya semakin baik. Ini akan kami lakukan bertahap dari hari ke hari,” pungkasnya.

Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News