Siarnitas.id – Di tengah panasnya polemik sampah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), muncul aksi sederhana namun penuh makna yang menyentuh hati publik.
Empat pemuda Tangsel yang juga berstatus mahasiswa turun tangan membersihkan sampah berserakan di kawasan Kantor Pemerintahan Kota Tangsel, usai aksi demonstrasi yang dilakukan BEM Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) pada Kamis (8/1/2026).
Aksi bersih-bersih itu dilakukan secara sukarela, tanpa komando atau kepentingan tertentu.
Mereka mengaku tersentuh melihat kondisi lingkungan kantor pemerintahan yang dipenuhi sampah sisa aksi unjuk rasa terkait persoalan pengelolaan sampah di Tangsel.
Salah satu pemuda, Rosid, warga Pamulang, mengungkapkan bahwa inisiatif tersebut murni berasal dari hati nurani.
Ia menilai aksi demonstrasi seharusnya tidak dilakukan dengan cara mengotori fasilitas publik, apalagi lingkungan kantor pemerintahan.
“Saya dari masyarakat setempat daerah Pamulang, sebenarnya saya mahasiswa dari Pamulang juga. Ya karena saya melihat tidak sepantasnya gitu mendemo sampai membuang sampah di sekitaran kantor pemerintahan,” kata Rosid di kantor Walikota Tangsel kepada redaksi siarnitas.id.
Rosid mengaku mengetahui aksi demo tersebut dari siaran langsung di media sosial.
Dalam video yang ia tonton, terlihat massa aksi membuang sampah di sekitar Kantor Wali Kota Tangsel sebagai bentuk protes atas persoalan sampah di wilayah Ciputat dan sekitarnya.
“Supaya saya dan teman dan rekan-rekan saya yang memang tinggal di sekitaran sini, hatinya itu tersentuh untuk membersihkan sampah-sampah yang memang tadi bekas demo gitu,” lanjutnya.
Ia menegaskan bahwa aksi mereka bukanlah bentuk penolakan terhadap demonstrasi, melainkan kritik terhadap cara penyampaian aspirasi yang dinilai kurang tepat.
“Kalau memang mau mendemo, tidak sepantasnya untuk mendemo dengan cara seperti ini. Ada cara-cara lain untuk mendemo yang memang tidak merusak atau mengotori daerah atau tempat pemerintahan,” tegas Rosid.
Empat pemuda tersebut bergerak cepat begitu melihat kondisi lingkungan sekitar kantor pemerintahan.
Tanpa ragu, mereka memungut sampah-sampah sisa demo demi menjaga kebersihan dan ketertiban ruang publik.
“Ada empat orang, dari teman-teman saya sendiri yang kebetulan lagi di satu tempat dan melihat ada seperti ini langsung bergerak untuk membersihkan,” pungkasnya.
Aksi ini pun menuai apresiasi dari warga sekitar dan warganet, yang menilai langkah kecil para pemuda Tangsel tersebut sebagai contoh nyata kepedulian terhadap lingkungan dan etika berdemokrasi.
Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News

