siarnitas.id — Banyak orang percaya bahwa terlalu sering menatap layar, duduk dekat televisi, atau membaca dalam cahaya redup bisa membuat mata rusak.

Namun, benarkah semua itu? Dua dokter spesialis mata dari RSU Kota Tangerang Selatan (Tangsel) meluruskan sejumlah mitos dan fakta seputar kesehatan mata yang sering beredar di masyarakat.

Dokter Spesialis Mata RSU Kota Tangsel, dr. Arif Budiman menjelaskan, bahwa penggunaan komputer, laptop, atau ponsel terlalu lama memang bisa merusak mata, terutama pada anak-anak.

“Fakta. Fakta pada anak-anak usia di 0 – 18 tahun. Karena di usia 0 – 18 tahun itu bola mata masih berkembang,” jelas dr. Arif dari akun Instagram resmi RSU Kota Tangerang Selatan @rsutangsel, ditulis pada Sabtu (11/10/2025).

BACA JUGA :  Lurah Pondok Ranji Pantau Langsung Normalisasi Penumpukan Sampah di Lahan PT. Pertamina

Namun, tidak semua hal yang dipercaya masyarakat benar adanya. Misalnya, menyilangkan mata terlalu sering dapat membuat mata juling, ternyata hanya mitos.

“Mitos. Karena dengan melirik itu tidak menyebabkan mata juling, yang menyebabkan mata juling salah satunya yaitu keturunan atau memang keterlambatan pemakaian kacamata,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa penyakit mata dapat diturunkan secara genetik kepada anak dan cucu.

“Fakta. Karena memang banyak sekali penyakit mata yang bisa diturunkan oleh anak yaitu bawaan kongenital, seperti retinitis pigmentosa, glaukoma, dan klainan refraksi,” kata dr. Arif sambil mengingatkan, “Jaga matamu, karena itu jendela dunia,”

Sementara itu, Dokter Spesialis Mata RSU Kota Tangsel lainnya, dr. Ika Citra Susanti, turut meluruskan mitos populer yang sering dipercaya masyarakat. Salah satunya, anggapan bahwa mata merah bisa menular hanya lewat tatapan.

BACA JUGA :  Catat! Layanan SIM Keliling Tangsel 9 Oktober 2025, Cek Syarat dan Jam Operasionalnya

“Mitos ya. Infeksi mata akibat virus atau bakteri, memang bisa menular, tapi melalui sentuan dan bukan tatapan,” tegas dr. Ika.

Ia juga menjelaskan bahwa membaca dalam cahaya redup tidak merusak mata, meski bisa membuatnya lebih cepat lelah.

“Mitos ya. Membaca dalam cahaya redup nyatanya tidak secara langsung membuat rusak mata, tapi memang membuat mata bekerja lebih keras,” ujarnya.

Sedangkan soal duduk terlalu dekat dengan TV, dr. Ika kembali menegaskan bahwa hal itu juga termasuk mitos.

“Mitos ya. Pada nyatanya duduk di depan TV terlalu dekat tidak secara langsung merusak mata, tapi dapat membuat akomodasi mata lebih keras, sehinga mata lebih lelah, akhirnya membuat mata menjadi pegal dan kemudian sakit kepala,” katanya.

BACA JUGA :  Menanamkan Nilai Pancasila Untuk Melawan Radikalisme di Era Digital

Kedua dokter itu kompak mengingatkan pentingnya pemeriksaan mata secara rutin agar gangguan dapat terdeteksi lebih awal.

“Jangan lupa cek mata rutin, untuk menjaga aset masa depanmu,” pesan dr. Ika menutup penjelasan.

Dengan memahami perbedaan antara mitos dan fakta, masyarakat diharapkan lebih bijak menjaga kesehatan mata di era digital.

Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News