Siarnitas.id – Gelaran Tangerang Selatan (Tangsel) Flona Festival 2025 resmi ditutup oleh Walikota Benyamin Davnie.

Festival yang menghadirkan ragam pameran flora dan fauna, berbagai perlombaan, edukasi, hingga pelayanan publik ini menjadi salah satu rangkaian yang turut memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 Kota Tangsel.

“Saya ucapkan selamat dan terima kasih terselenggaranya festival flora dan fauna tahun 2025 di Kota Tangerang Selatan. Ini kali kedua, pada waktu itu flora saja. Alhamdulillah tahun ini terlaksana dengan tambahan faunanya,” ucap Benyamin saat penutupan Tangsel Flona Festival di ITC BSD, ditulis pada Senin (17/11/2025).

Dalam kesempatan itu, Benyamin menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh agar penyelenggaraan tahun depan dapat semakin maksimal. Ia menyoroti aspek kenyamanan lokasi, kecocokan dengan kondisi cuaca, hingga keberagaman peserta yang dinilai masih bisa diperluas.

BACA JUGA :  Presiden Jokowi Teken Aturan Kontrasepsi Untuk Remaja, Walikota Tangsel: Kita Belum Membahas

“Jadi kita evaluasi seluruh dari pameran ini. Misal memadai apa tidak?, kedua, tempatnya apa dengan cuaca panas begini cocok untuk anggrek dan sebagainya. Artinya kita harus punya pilihan-pilihan tempat. Ketiga, keberagaman peserta, saya yakin belum semua potensi bisa terkumpul di sini,” ungkapnya.

Benyamin juga berharap Tangsel Flona dapat digelar lebih besar dan menjangkau lebih banyak pelaku flora dan fauna tahun mendatang. Kolaborasi dengan komunitas dan pelaku usaha menjadi dorongan utama.

“Berkolaborasi dengan PAI (Pecinta Anggrek Indonesia), petani anggrek, dan lainnya. Kita adakan lebih luas lagi, lebih lama lagi mungkin. Lebih menjangkau petani dan peternak-peternak di Tangsel,” katanya.

Benyamin turut menyoroti potensi anggrek sebagai penggerak ekonomi di Tangsel. Ia mencontohkan bagaimana Pasar Rawa Belong banyak menjual anggrek yang berasal dari wilayah Tangsel.

BACA JUGA :  Mahasiswa Magister Manajemen Unpam Lakukan PKM di KUB Leguti Tangsel

“Karena anggrek punya nilai sosial, nilai ekonomis dan lain-lain sebagainya,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Pecinta Anggrek Indonesia (PAI) Tangsel, Tini Indrayanthi Benyamin, menyampaikan bahwa para petani anggrek kini kembali meningkatkan produktivitasnya.

Menurutnya, penjualan anggrek pada kegiatan ini juga cukup menggembirakan.

“Alhamdulillah untuk para petani anggrek di Tangsel ini mulai lagi berusaha meningkatkan produktifitasnya lagi. Dan alhamdulillah banyak terjual juga di kegiatan ini,” katanya.

Tini menambahkan bahwa budidaya anggrek bisa dilakukan siapa saja karena tidak membutuhkan lahan yang luas serta dapat mempercantik lingkungan.

“Anggrek ini tidak butuh lahan yang luas, malah ini makin mempercantik lingkungan,” katanya.

Ia berharap Tangsel Flona ke depan dapat tampil lebih semarak dan berkembang, dengan melakukan evaluasi dari kekurangan yang masih ditemukan pada tahun ini.

BACA JUGA :  Jadi Sarang Prostitusi, Satpol PP Tangsel Bongkar Bangunan Liar di Setu

Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News