siarnitas.id – Tak hanya mengandalkan pengiriman sampah ke luar daerah, Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) juga menggeber solusi dari hulu. Walikota Tangsel Benyamin Davnie menargetkan percepatan pembangunan lubang biopori secara masif di lingkungan permukiman warga.
Menurut Benyamin, keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama dalam mengatasi persoalan sampah jangka panjang.
“Saya berharap masyarakat juga bisa membantu pemerintah kota untuk menangani sampah, karena lubang biopori sekarang sedang kita kejarkan target saya 10.000 sampai 20.000 lubang biopori di seluruh rumah tangga di Tangerang Selatan,” kata Benyamin di Pemkot Tangsel, pada Selasa (3/1/2026).
Target tersebut akan dibagi ke seluruh kelurahan, dengan harapan setiap wilayah mampu merealisasikan ratusan hingga ribuan lubang biopori.
“Satu kelurahan mudah mudahan bisa 500 begitu yang bisa kita tanam atau bisa 1000 bisa seperti itu,” ujarnya.
Untuk mendukung program ini, Pemkot Tangsel telah menyiapkan infrastruktur teknis berupa mesin pembuat lubang biopori yang akan disebar merata ke kelurahan.
“Nah ini mesinnya sudah kita siapkan, ada yang sedang ditambah mesin pembuat lubang bioporinya, di kelurahan kita siapkan 2 ditambah nanti dari Dinas Cipta Karya ada 5 jadi setiap kelurahan nanti ada 7 mesin untuk membuat lubang biopori,” jelasnya.
Benyamin menegaskan bahwa biaya pembuatan biopori relatif terjangkau dan bisa dilakukan secara swadaya. Namun, pemerintah tetap membuka opsi dukungan anggaran daerah jika diperlukan.
“Ininya paralon nya murah gitu enggak terlalu mahal, pengadaannya bisa masing masing. Tapi kalau perlu diadakan oleh APBD, nanti kita lihat di perubahan APBD,” tutup Benyamin.
Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News

