Siarnitas.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) berencana menambah sejumlah titik jemput bus sekolah gratis menjelang dimulainya tahun ajaran baru 2026.
Langkah ini dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan siswa sekaligus mengoptimalkan layanan transportasi gratis bagi pelajar di Tangsel.
Kepala Seksi Angkutan Dishub Tangsel, Galang Andika, mengatakan penyesuaian rute dan titik pemberhentian menjadi hal yang rutin dilakukan setiap tahun karena adanya perubahan data siswa yang menggunakan layanan bus sekolah.
“Dikarenakan siswa pasti ada yang masuk dan ada yang sudah lulus. Otomatis titik-titik henti atau bus stop pasti akan berubah. Misalnya sebelumnya berada di halte A, ternyata siswa yang menggunakan sudah lulus dan digantikan siswa baru yang berada di halte C. Karena itu kami melakukan penyesuaian sesuai Perwal Nomor 40 Tahun 2023 tentang Angkutan Sekolah Gratis,” kata Galang dikantornya, ditulis pada Senin (22/6/2026).
Menurut dia, rute bus sekolah ditetapkan oleh Kepala Dinas sehingga dapat disesuaikan secara fleksibel berdasarkan kebutuhan di lapangan.
Pada 2025 lalu, Dishub Tangsel tercatat melakukan tiga kali penyesuaian rute. Sementara pada 2026, penyesuaian baru dilakukan satu kali dan akan kembali dievaluasi saat tahun ajaran baru dimulai.
“Nanti di tahun ajaran baru ini akan ada penyesuaian rute. Kami juga berkoordinasi dengan sekolah-sekolah terkait lokasi penjemputan siswa, jumlah siswa, serta jam masuk dan pulang sekolah. Tujuannya untuk optimalisasi kapasitas bus sekolah,” ujarnya.
Dari hasil evaluasi sementara, Dishub Tangsel berencana menambah sekitar empat hingga lima titik pemberhentian baru. Namun sebelum ditetapkan, seluruh lokasi akan diverifikasi langsung di lapangan.
“Kalau penambahan pemberhentian ada beberapa. Dari hasil evaluasi ada sekitar empat sampai lima penambahan pemberhentian dan nantinya akan kami verifikasi ke lapangan. Dalam dua sampai tiga hari ke depan, bersama kru dan pihak sekolah kami akan melakukan uji coba karena saat ini masih masa libur sekolah. Jadi nanti ditentukan titik yang tepat agar para driver bisa menyesuaikan dengan rute baru yang ditetapkan Kepala Dinas,” jelasnya.
Selain menambah titik jemput, Dishub Tangsel juga berencana memperluas jangkauan layanan bus sekolah gratis ke sejumlah wilayah yang selama ini memiliki permintaan cukup tinggi.
“Salah satunya kami mengakomodir SMA dan SMP di wilayah Ciputat, yang sebelumnya hanya sampai Cirendeu dan Ciputat Timur, pada rute kedua dan ketiga sekarang masuk ke wilayah Ciputat. Untuk wilayah Pakujaya, karena permintaannya cukup tinggi, kami menambah satu bus lagi ke sana. Jadi penyesuaian rute dilakukan pada rute 3 dan rute 8 yang diperpanjang ke Ciputat dan wilayah Pondok Aren,” ungkap Galang.
Adapun titik pemberhentian baru yang saat ini masuk dalam tahap verifikasi di antaranya kawasan Perumahan Dosen UI, Jalan Legoso Raya, Jalan Tarumanegara, dan Jalan Raya Cirendeu.
Dishub Tangsel berharap penambahan titik jemput dan penyesuaian rute tersebut dapat meningkatkan jumlah pengguna bus sekolah gratis.
Optimisme itu muncul setelah layanan tersebut mencatat lonjakan penumpang yang cukup signifikan dalam dua tahun terakhir.
“Kalau target kenaikan, dari 2024 ke 2025 kemarin ada peningkatan sekitar 131 persen. Mudah-mudahan dari 2025 ke 2026 minimal bisa naik lagi sekitar 50 persen,” katanya.
Galang menambahkan, Dishub untuk sementara masih menggunakan sistem bus stop sebagai titik pemberhentian karena lebih fleksibel dibandingkan halte permanen.
“Kami menggunakan bus stop supaya lebih fleksibel. Kalau halte agak sulit dipindahkan dan saat ini kami belum memiliki halte portable. Jadi bus stop ini bisa dipindahkan sesuai kebutuhan,” pungkasnya.
Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News


